NusamandiriNews–Ekosistem inovasi tidak pernah lahir hanya dari gedung megah, perangkat canggih, atau laboratorium berteknologi tinggi. Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyadari bahwa pondasi inovasi justru bertumpu pada cara berpikir, budaya akademik, dan keberanian sivitas akademika terutama mahasiswa prodi Informatika S1, untuk terus bereksperimen, berkolaborasi, dan menciptakan sesuatu yang relevan bagi masyarakat.
Dalam era teknologi yang bergerak lebih cepat daripada regulasi, dan bahkan kurikulum, mahasiswa generasi Z datang dengan karakter yang penuh potensi: belajar cepat, akrab dengan teknologi, dan haus ruang untuk berkarya. Namun potensi itu tidak akan berubah menjadi inovasi apabila tidak diarahkan melalui kurikulum dan ekosistem yang mendorong eksplorasi. Inilah yang kami bangun di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UNM.
Mahasiswa Informatika
Kami percaya bahwa inovasi tidak muncul dari perintah, melainkan dari kebiasaan. Kebiasaan untuk bertanya, bereksperimen, gagal, lalu mencoba lagi. Karena itu, mahasiswa Informatika didorong untuk terlibat dalam riset, pengembangan software, proyek kecerdasan buatan, kompetisi teknologi, hingga kolaborasi industri. Bagi kami, riset tidak harus rumit. Sesederhana membuat eksperimen pengolahan data atau prototipe berbasis machine learning sudah cukup untuk menyalakan rasa ingin tahu dan kreativitas.
Di sisi lain, peran dosen pun semakin strategis. Mereka bukan hanya pendidik, tetapi innovation enabler, membuka pintu bagi mahasiswa untuk masuk ke proyek riset, publikasi ilmiah, maupun pengembangan teknologi yang memiliki dampak sosial. Semakin kuat relasi dosen, mahasiswa dalam eksplorasi ilmiah, semakin matang kultur inovasi yang tumbuh di kampus.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menempatkan inovasi bukan sebagai jargon, melainkan sebagai fondasi. Inovasi harus hadir dalam pembelajaran, kegiatan mahasiswa, hingga tata kelola akademik. Mahasiswa Informatika harus dibiasakan untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi mampu mengubahnya menjadi solusi nyata. Di tengah kompleksitas zaman yang menuntut ketangkasan digital, kemampuan memecahkan masalah dengan pendekatan ilmiah adalah nilai yang tak tergantikan.
Baca juga: Mahasiswa UNM Tembus Riset Nasional, Magang di BRIN Lewat IEP 3+1
Pada akhirnya, ekosistem inovasi adalah perjalanan kolektif. Jika kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan industri terus diperkuat, FTI UNM berpotensi menjadi salah satu pusat inovasi digital yang berpengaruh di Indonesia. Dan saya yakin, generasi inovator berikutnya akan lahir dari ruang-ruang kreatif yang kami bangun hari ini, ruang yang menempatkan semangat belajar, keberanian bereksperimen, dan kolaborasi sebagai inti dari pendidikan Informatika modern.
Penulis: Arfhan Prasetyo, Kaprodi Informatika S1, Universitas Nusa Mandiri












