Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Mengenal Pola Youtube Trending Dengan Peran Ilmu Sains Data

badge-check

Oleh: Syarah Seimahuira

Jakarta, NusamandiriNews–Peran media digital kini sangat berkembang mengingat industri kreatif di Indonesia yang memiliki minat tinggi di kalangan masyarakat. Salah satu platform media sosial yang banyak digunakan adalah Youtube sebagai sarana untuk berkarya dan menghasilkan berbagai konten video seperti blog video, video pendidikan, video entertainment dan masih banyak lagi.

Namun, dengan banyaknya kreator Youtube yang terus bermunculan menjadikan seorang kreator perlu berinovasi dan mencari cara dalam mempertahankan bahkan meningkatkan kreatifitas dalam membuat konten yang menarik dan bermanfaat. Dengan banyaknya kreator yang turut menjadi kompetitor di dunia industri kreatif menjadikan seorang konten kreator untuk dapat memiliki strategi yang efektif dan efisien. Untuk itu, salah satu langkah awal yang dapat diambil adalah melakukan analisis.

Baca juga: Tingkatkan Profitabilitas Dengan Sains Data Dalam Pemilihan Lokasi Usaha Waralaba

Pola Youtube Trending

Menurut Syarah Seimahuira, dosen program studi (prodi) Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) analisa terhadap video dapat dilakukan dengan mengenali pola pada pengguna Youtube dan hubungan antara setiap kelompok berdasarkana aktifitas pengguna dalam merespon konten, sehingga dapat menentukan seberapa besar pengaruh tingkat view terhadap comment, comment count, dislike dan like yang terdapat pada video.

Dengan peranan teknologi yang terus berkembang, sains data menjadi ilmu yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang untuk melakukan analisa data. Peranan keilmuan ini diterapkan secara terkomputerisasi untuk melakukan pengolahan data dan menerjemahkan sekumpulan data dalam jumlah besar yang memungkinkan setiap perusahaan atau individual termasuk para kreator konten untuk dapat memahami pola perilaku pengguna Youtube dan hubungan antara setiap kelompok berdasarkana aktifitas pengguna dalam merespon konten. Dengan informasi ini, kreator dapat mengembangkan pembuatan konten yang lebih tepat sasaran.

Dalam hal ini, analisa pola pengguna Youtube trending diterapkan dengan algoritma Partitioning Around Medoids (PAM) dan FP-Growth dapat memberikan informasi yang signifikan bagi para kreator. Penelitian dilakukan oleh dosen prodi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) untuk mengetahui bagaimana kedua algoritma dapat digunakan dalam memprediksi pola keterkaitan tingkat view terhadap comment, comment count, dislike dan like yang terdapat pada video.

Penelitian yang dilakukan dosen Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) ini menggunakan data Trending Youtube Video Statistics sebanyak 31.349 dengan 16 atribut yang berbeda berdasarkan data Youtube guna melihat pola keterkaitan relasi terhadap atribut yang memungkinkan suatu video dapat masuk dalam trending Youtube.

Baca juga: Peran Data Science Dalam Analisis Opini Publik Terhadap Bisnis Waralaba

Partitioning Around Medoids (PAM) adalah algoritma clustering yang mampu menemukan hubungan dalam kelompok data berdasarkan kedekatan antar data menggunakan medoid, yaitu titik data yang paling representatif dalam cluster. Sedangkan FP-Growth atau Frequent Pattern Growth merupakan algoritma yang digunakan untuk menemukan pola asosiasi dalam basis data dengan efisien.

Berdasarkan analisa dan hasil pengujian menunjukan masyarakat yang mengakses konten video di Youtube memiliki pola yang didominasi oleh viewers yang tidak memberikan respon terhadap konten yang ditonton baik berupa like, dislike maupun comment. Sehingga jumlah viewers tersebut berbanding jauh dengan jumlah respon atau interaksi dari penonton. Untuk itu, menjadi trending di Youtube tidak terpengaruhi oleh banyaknya yang menyukai atau memberikan komentar. Melainkan berdasarkan jumlah traffic viewers yang bias diperoleh ketika kreator memiliki niche yang banyak diminati, topik konten yang sedang viral dan kualitas yang baik.

Penulis: Syarah Seimahuira, dosen prodi Sains Data FTI Universitas Nusa Mandiri

(UMF)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah Biasa Sudah Usang Pilih Kampus Siap Kerja Sekarang

26 Maret 2026 - 12:11 WIB

Jangan Jadi Tentara Hoaks Bangun Literasi Digital Sekarang

13 Maret 2026 - 08:44 WIB

Bangun Literasi Digital Sekarang

Jago UI UX Sejak Kuliah Siap Rebut Peluang Karier Digital

12 Maret 2026 - 14:43 WIB

Jago UI UX Sejak Kuliah

Jangan Takut Skripsi Jadikan Penelitianmu Solusi Bisnis

12 Maret 2026 - 14:10 WIB

Jadikan Penelitianmu Solusi Bisnis

Bayangkan Kampus Tanpa Perpustakaan Masihkah Ilmu Punya Arah

11 Maret 2026 - 11:25 WIB

Kampus Tanpa Perpustakaan
Sedang Tren di Opini