NusamandiriNews, Bekasi – Di era digital saat ini, pengelolaan organisasi olahraga dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hal inilah yang mendorong Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui tim dosen dan mahasiswa melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2025 yang didanai oleh Kemendikti Saintek.
Program ini berfokus pada modernisasi manajemen berbasis digital di Taekwondo Valentino Club, komunitas olahraga yang telah lama menjadi wadah pembinaan atlet muda di Bekasi Selatan.
Baca juga: 10 Tendangan Kemenangan! Mahasiswa UNM Sabet 10 Medali di LIGA Taekwondo DKI Jakarta 2025
Ketua Kelompok Pelaksana, Taopik Hidayat menuturkan bahwa olahraga bukan hanya sekadar aktivitas fisik, melainkan wadah pembinaan nilai-nilai karakter, “Olahraga bukan hanya sekadar aktivitas fisik. Lebih dari itu, olahraga adalah wadah pembinaan kedisiplinan, sportivitas, dan prestasi. Di era digital saat ini, pengelolaan organisasi olahraga pun dituntut untuk beradaptasi. Inilah kisah transformasi digital Taekwondo Valentino Club,” ujar Taopik.
Didirikan sejak tahun 1999, Taekwondo Valentino Club telah menjadi rumah bagi ratusan atlet muda dan berhasil melahirkan banyak prestasi di tingkat daerah hingga nasional. Namun, di balik deretan prestasi tersebut, klub masih menghadapi kendala dalam pengelolaan administratif. Data keanggotaan, jadwal latihan, dan dokumentasi prestasi atlet masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan kurangnya efisiensi dan keteraturan dalam manajemen.
Melalui program hibah ini, UNM hadir memberikan solusi nyata dengan mengembangkan sistem manajemen klub berbasis website. Sistem digital ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh aspek pengelolaan klub, mulai dari administrasi keanggotaan, jadwal latihan, hingga pencatatan prestasi atlet.
“Solusi yang kami hadirkan berupa sistem manajemen klub berbasis website yang terintegrasi. Melalui platform ini, administrasi keanggotaan, jadwal latihan, hingga pencatatan prestasi atlet dapat dilakukan lebih efisien, transparan, dan profesional,” jelas Taopik.
Lebih dari sekadar platform teknologi, sistem ini juga menjadi sarana komunikasi antaranggota klub sekaligus media informasi publik bagi masyarakat yang ingin bergabung atau mengetahui kegiatan klub. Transformasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Taekwondo Valentino Club, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan atlet muda di Bekasi.
Taopik menambahkan bahwa program ini tidak hanya menjawab kebutuhan mitra, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur). Selain itu, kegiatan ini selaras dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), karena melibatkan mahasiswa dalam proyek berbasis masyarakat.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang efisiensi dan daya saing klub di era modern. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan klub, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas olahraga, program ini menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk memastikan pembinaan atlet yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Taekwondo Valentino Club Apresiasi Program Digitalisasi dari Universitas Nusa Mandiri
“Dengan kolaborasi akademisi, mahasiswa, dan komunitas, Taekwondo Valentino Club kini siap menjadi inspirasi digitalisasi olahraga di Indonesia,” tutup Taopik.
Program hibah PkM ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem olahraga berbasis teknologi. Tidak hanya membawa perubahan di tingkat klub, tetapi juga menegaskan peran kampus dalam mendukung transformasi sosial dan inovasi di masyarakat.(ACH)










