NusamandiriNews, Bandung–Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus berperan aktif dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang inklusif dan berbasis teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi UNM dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Calon Verifikator Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk wilayah LLDIKTI III dan IV, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pada 15–17 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia dalam implementasi kebijakan RPL berbasis mutu, keadilan akademik, serta pembelajaran sepanjang hayat.
Baca juga: Era Digital, Prodi Informatika UNM Mantap dengan Status UNGGUL
UNM Tegaskan Komitmen terhadap Transformasi Pendidikan
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri menugaskan Arfhan Prasetyo, selaku Kaprodi Informatika, untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi calon verifikator RPL.
Melalui pelatihan ini, peserta dari berbagai perguruan tinggi memperoleh pemahaman mendalam tentang filosofi, regulasi, dan mekanisme penyelenggaraan RPL yang diatur dalam Permendikbud No. 41 Tahun 2021.
Narasumber dari Direktorat Belmawa menekankan pentingnya penerapan prinsip VATM (Valid, Asli, Terkini, dan Memadai) dalam proses penilaian bukti portofolio mahasiswa, serta integrasi data RPL melalui Sistem Informasi RPL (SIERRA) yang terhubung dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan PDDIKTI. Pendekatan ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kredibilitas dan akuntabilitas capaian pembelajaran.
Menanggapi keikutsertaan UNM dalam kegiatan nasional ini, Arfhan Prasetyo menyampaikan bahwa partisipasi UNM merupakan langkah konkret untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis pengalaman kerja.
“Melalui program RPL, Universitas Nusa Mandiri ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pengakuan terhadap kompetensi yang telah mereka miliki, baik dari pengalaman kerja maupun pelatihan nonformal,” ujar Arfhan dalam keterangan rilis yang diterima, pada Selasa (21/10).
“Kami berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan RPL di UNM berjalan transparan, kredibel, dan sejalan dengan semangat Kampus Digital Bisnis yang mengedepankan inovasi dan integritas akademik,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesiapan sumber daya manusia UNM dalam mendukung kebijakan nasional RPL berbasis teknologi.
Baca juga: Prodi Informatika UNM Perkuat Tata Kelola HMIF, Siap Sambut Maba dengan Flashmob Musikal
“Dengan SDM yang terlatih dan tersertifikasi sebagai verifikator, UNM siap berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkeadilan dan relevan dengan kebutuhan industri digital,” tuturnya.
Kehadiran Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri dalam forum nasional ini sekaligus memperkuat posisi UNM sebagai mitra strategis LLDIKTI dalam mengembangkan tata kelola pendidikan tinggi yang modern, berbasis data, dan berorientasi pada masa depan.
“Melalui langkah ini, UNM menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi di Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” tutupnya.










