Dalam era digital saat ini, kualitas perangkat lunak menjadi salah satu faktor utama keberhasilan produk teknologi. Anda tentu pernah mengalami aplikasi yang error atau bug, yang membuat pengalaman penggunaan menjadi terganggu. Untuk memastikan perangkat lunak berjalan sesuai harapan, perusahaan membutuhkan seorang QA Automation Engineer. Profesi ini memiliki peran penting dalam melakukan pengujian otomatis pada perangkat lunak, sehingga proses pengembangan menjadi lebih efisien dan risiko kesalahan dapat diminimalkan.
Baca juga: Mengenal AI Trainer, Profesi Masa Depan yang Menjanjikan
Tugas QA Automation Engineer
Berikut ini gambaran tugas yang perlu dilakukan seorang QA Automation Engineer.
1. Mengembangkan Skrip Pengujian Otomatis
Sebagai QA Automation Engineer, salah satu tanggung jawab utama Anda adalah mengembangkan skrip pengujian otomatis. Skrip ini digunakan untuk menguji fungsi perangkat lunak secara sistematis, sehingga setiap fitur dapat bekerja sesuai spesifikasi. Dengan pengujian otomatis, Anda dapat mempercepat proses testing dibandingkan pengujian manual, sekaligus mengurangi risiko human error.
2. Menjalankan dan Memantau Pengujian
Setelah skrip dibuat, Anda akan menjalankan pengujian otomatis dan memantau hasilnya. Hal ini mencakup identifikasi bug, kesalahan fungsi, maupun isu performa yang muncul selama proses testing. Anda perlu mencatat temuan tersebut secara rinci agar tim pengembang dapat segera melakukan perbaikan.
3. Menyusun Laporan dan Memberikan Rekomendasi
QA Automation Engineer juga bertugas menyusun laporan pengujian. Laporan ini berisi temuan, analisis, dan rekomendasi perbaikan untuk tim pengembang. Kemampuan Anda dalam menyampaikan informasi secara jelas dan sistematis sangat penting agar setiap masalah dapat ditangani dengan tepat waktu.
Skill yang Dibutuhkan Seorang QA Automation Engineer
Untuk menjalani karier sebagai seorang QA Automation Engineer yang baik, Anda perlu memiliki skill-skill berikut ini.
1. Penguasaan Bahasa Pemrograman
Anda harus menguasai bahasa pemrograman seperti Java, Python, atau JavaScript. Bahasa ini digunakan untuk menulis skrip pengujian otomatis yang dapat dijalankan di berbagai platform. Kemampuan ini menjadi dasar agar Anda dapat mengimplementasikan pengujian yang kompleks dan sesuai standar industri.
2. Pengetahuan tentang Framework Pengujian
Selain bahasa pemrograman, Anda perlu memahami framework pengujian otomatis seperti Selenium, Appium, atau Cypress. Framework ini membantu Anda membangun dan mengeksekusi pengujian secara efisien. Familiaritas dengan framework ini memungkinkan pengujian dilakukan dengan lebih cepat dan hasilnya lebih akurat.
3. Kemampuan Analisis dan Problem Solving
QA Automation Engineer harus mampu menganalisis setiap bug atau masalah yang muncul. Anda perlu menentukan akar penyebab dan memberikan solusi yang tepat. Keterampilan ini penting agar perangkat lunak dapat berjalan stabil dan meminimalkan gangguan pada pengguna.
4. Pemahaman CI/CD
Pengetahuan tentang Continuous Integration dan Continuous Deployment (CI/CD) juga diperlukan. Pengujian otomatis biasanya menjadi bagian dari pipeline CI/CD, sehingga Anda harus terbiasa mengintegrasikan pengujian ke dalam alur pengembangan perangkat lunak.
5. Keterampilan Komunikasi
Kemampuan komunikasi yang baik membantu Anda berkolaborasi dengan tim pengembang, manajer proyek, dan pihak terkait lainnya. Dengan komunikasi yang efektif, laporan pengujian dan rekomendasi perbaikan dapat dipahami dan diterapkan dengan tepat.
Mulai Karier Melalui Prodi Rekayasa Perangkat Lunak di Nusa Mandiri
Bagi Anda yang ingin memulai karier sebagai seorang QA Automation Engineer, berikut ini alasan mengapa prodi Rekayasa Perangkat Lunak di Nusa Mandiri pilihan tepat untuk menjadi langkah awal.
1. Pendidikan yang Relevan
Jika Anda ingin menekuni karier sebagai QA Automation Engineer, langkah pertama adalah menempuh pendidikan di bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Di Nusa Mandiri, program studi ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang relevan dengan industri teknologi.
2. Pengalaman Praktis
Program studi ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menyediakan pengalaman praktis melalui proyek dan laboratorium. Anda akan terbiasa menggunakan tools pengujian otomatis, bekerja dalam tim pengembangan perangkat lunak, dan memahami siklus pengembangan secara menyeluruh.
3. Persiapan Karier Profesional
Dengan pendidikan dan pengalaman praktis, Anda akan siap menghadapi tantangan dunia profesional. Peluang karier sebagai QA Automation Engineer terbuka luas di perusahaan teknologi, startup, maupun industri lain yang mengembangkan perangkat lunak. Nusa Mandiri memberikan bekal yang memadai agar Anda dapat bersaing dan berkembang dalam profesi ini.
QA Automation Engineer memegang peran penting dalam menjaga kualitas perangkat lunak melalui pengujian otomatis. Tugas utamanya mencakup pengembangan skrip pengujian, pelaksanaan pengujian, pemantauan hasil, dan penyusunan laporan untuk tim pengembang. Untuk menjalankan peran ini, Anda perlu menguasai bahasa pemrograman, framework pengujian, konsep CI/CD, serta memiliki kemampuan analisis, problem solving, dan komunikasi yang baik.
Memulai karier melalui pendidikan di program studi Rekayasa Perangkat Lunak, seperti di Nusa Mandiri, memberikan dasar yang kuat dan pengalaman praktis yang relevan. Dengan kombinasi keterampilan dan pengalaman tersebut, Anda memiliki peluang besar untuk sukses sebagai QA Automation Engineer dan berkontribusi dalam menciptakan perangkat lunak berkualitas tinggi.










