NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menghadirkan sistem perkuliahan fleksibel yang dimulai setelah jam kerja sebagai solusi bagi mahasiswa pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa meninggalkan aktivitas profesional.
Kebijakan ini menjawab tantangan keterbatasan waktu yang kerap dihadapi para profesional muda. Dengan jadwal perkuliahan yang menyesuaikan jam kerja, FEB Universitas Nusa Mandiri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk tetap berkembang secara akademik sekaligus meningkatkan kompetensi di dunia kerja.
Baca juga: FEB Universitas Nusa Mandiri Cetak Talenta Manajemen Digital Siap Industri
FEB Universitas Nusa Mandiri Hadirkan Kuliah Fleksibel
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen menyediakan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan industri. Sistem perkuliahan setelah jam kerja menjadi bagian dari strategi UNM dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat produktif.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menegaskan bahwa fleksibilitas waktu kuliah menjadi kunci agar mahasiswa pekerja dapat menjalani dua peran secara seimbang.
“FEB Universitas Nusa Mandiri memahami bahwa banyak mahasiswa sudah aktif bekerja. Karena itu kami menghadirkan sistem perkuliahan yang dimulai setelah jam kerja agar mereka tetap bisa meningkatkan kualifikasi akademik tanpa mengorbankan karier profesional,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (7/1).
Ia menegaskan bahwa FEB Universitas Nusa Mandiri menyelenggarakan Program Studi Manajemen dan Program Studi Bisnis Digital yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi manajerial, literasi digital, serta pemahaman praktik bisnis modern. Materi perkuliahan disusun secara kontekstual sehingga pengalaman kerja mahasiswa dapat diintegrasikan langsung ke dalam proses pembelajaran.
“Dalam mendukung kesiapan lulusan, FEB Universitas Nusa Mandiri juga mengimplementasikan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu tiga tahun pembelajaran akademik dan satu tahun pengalaman industri atau kewirausahaan. Program ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa pekerja untuk memperkuat keterampilan profesional dan meningkatkan daya saing di dunia kerja,” jelasnya.
Baca juga: FEB Universitas Nusa Mandiri Perkuat Kampus Digital Bisnis Berdaya Saing Global
Melalui program 3+1, ungkap Ida, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman industri yang relevan. Ini menjadi bekal penting agar lulusan FEB Universitas Nusa Mandiri lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Melalui sistem perkuliahan fleksibel yang dimulai setelah jam kerja, FEB Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi masa depan, memungkinkan mahasiswa mengembangkan kapasitas akademik dan profesional secara seimbang di era ekonomi digital,” tutupnya.










