NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat langkah internasionalisasi. UNM menggelar Rapat Online Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) khusus Warga Negara Asing (WNA) pada Jumat (9/1) pukul 09.00 WIB, sebagai upaya mematangkan kesiapan institusi dalam menerima mahasiswa internasional.
Rapat yang digelar secara daring ini dihadiri jajaran pimpinan dan unit terkait, antara lain Arif Hidayat dari Kantor Urusan Internasional, Rahdian Kusuma Atmaja selaku Koordinator PMB UNM (DIP), Panggah Muanif dari Kantor Urusan Internasional, serta Farah Dinda Camila dari staf Kantor Urusan Internasional.
Baca juga: Siap Garap S3 Informatika, UNM Gandeng UNPAM Perkuat Riset dan Inovasi Digital
UNM Matangkan Skema PMB WNA
Pembahasan rapat difokuskan pada koordinasi teknis dan strategis penerimaan mahasiswa WNA, mencakup alur pendaftaran, persyaratan administrasi dan akademik, layanan keimigrasian, hingga strategi promosi internasional. Sinergi antarunit juga menjadi perhatian utama guna memastikan layanan PMB WNA berjalan efektif, transparan, dan sesuai regulasi.
Arif Hidayat menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa asing merupakan bagian penting dari strategi internasionalisasi kampus. Ia menyampaikan bahwa Universitas Nusa Mandiri terus meningkatkan kualitas layanan akademik dan nonakademik agar mampu bersaing di tingkat global.
Baca juga:UNM Buka Pintu Mahasiswa Asing? Kampus Digital Bisnis Ini Gaet Peminat dari Timor-Leste
Sementara itu, Panggah Muanif menekankan pentingnya kesiapan layanan sebagai faktor utama dalam menarik minat mahasiswa internasional. Koordinasi lintas unit dinilai menjadi kunci agar seluruh proses PMB WNA, mulai dari pendaftaran hingga pendampingan mahasiswa asing, berjalan terintegrasi dan profesional.
Melalui rapat koordinasi ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis optimistis pelaksanaan PMB WNA pada tahun akademik mendatang dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat posisi UNM sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing internasional.










