Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Ketika Ruang Kelas Tak Lagi Berdinding

badge-check


Ketika Ruang Kelas Tak Lagi Berdinding Perbesar

NusamandiriNews–Dinamika pendidikan tinggi hari ini menuntut perubahan cara pandang yang mendasar. Ruang kelas tidak boleh lagi dipahami sebagai ruang tertutup yang membatasi mahasiswa pada buku teks dan teori semata. Di tengah arus globalisasi dan percepatan teknologi, perguruan tinggi harus hadir sebagai ekosistem pembelajaran yang terbuka, adaptif, dan terhubung dengan dunia. Inilah semangat yang terus kami dorong di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.

Salah satu wujud nyata dari transformasi tersebut adalah penguatan program Guest Lecture atau Kuliah Tamu Internasional. Program ini bukan sekadar pelengkap kurikulum, apalagi kegiatan seremonial. Guest Lecture adalah strategi pembelajaran inovatif yang membawa realitas global langsung ke dalam ruang kelas. Melalui forum ini, mahasiswa berinteraksi dengan praktisi, akademisi, dan tokoh internasional yang memiliki pengalaman nyata lintas negara dan lintas sektor.

Baca juga:Siap Masuki Era AI Agent, Universitas Nusa Mandiri Kembali Akan Gelar ICITRI 2026

Ruang Kelas

Dalam proses pembelajaran konvensional, mahasiswa umumnya mendapatkan perspektif dari dosen dengan latar belakang akademik tertentu. Guest Lecture melengkapi itu dengan sudut pandang yang lebih luas dari dunia industri, lembaga internasional, pemerintahan, hingga institusi pendidikan global. Di titik inilah pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana ilmu diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di berbagai belahan dunia.

Sebagai Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UNM, saya memandang Guest Lecture sebagai ruang dialog global yang sangat penting. Bukan hanya menghadirkan narasumber dari luar kampus, tetapi membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar lebih kritis, reflektif, dan berwawasan global. Diskusi lintas perspektif ini melatih critical thinking, problem solving, serta membangun global awareness, kompetensi yang mutlak dibutuhkan di era persaingan internasional.

Peran Kantor Urusan Internasional (KUI) dalam konteks ini menjadi sangat strategis. KUI bukan sekadar penghubung administratif, melainkan motor penggerak internasionalisasi pembelajaran. Melalui jejaring global yang dibangun, Guest Lecture menjadi pintu masuk kolaborasi akademik yang lebih luas, mulai dari riset bersama hingga kerja sama institusional jangka panjang.

Baca juga:Bidik Mahasiswa Asing, UNM Matangkan Skema PMB WNA Menuju Kampus Digital Bisnis Global

Bagi perguruan tinggi, menghadirkan narasumber internasional ke dalam kelas adalah investasi strategis. Ia tidak hanya memperkaya pengetahuan kognitif mahasiswa, tetapi juga membentuk pola pikir bahwa ilmu pengetahuan melampaui batas geografis dan budaya. Inilah fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang siap menjadi global citizen, mereka yang mampu beradaptasi, berkompetisi, dan berkontribusi di tingkat internasional.

Di Universitas Nusa Mandiri, komitmen sebagai Kampus Digital Bisnis tercermin dari keterbukaan terhadap gagasan, teknologi, dan kolaborasi global. Dengan menjadikan Guest Lecture sebagai denyut nadi pembelajaran, kami tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga insan profesional yang siap menghadapi kompleksitas dunia global.

Karena pada akhirnya, inovasi sejati dalam pendidikan selalu berangkat dari satu hal sederhana yakni keberanian untuk membuka pintu ruang kelas selebar-lebarnya bagi ilmu pengetahuan dari segala penjuru dunia.

Penulis: Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak

Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah

31 Januari 2026 - 09:44 WIB

Literasi Kita Tinggi
Sedang Tren di Opini