NusamandiriNews, Jakarta–Mahasiswa Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mengikuti pembelajaran berbasis praktik dengan mengolah sampah organik menjadi minuman fermentasi kombucha berbahan limbah sisa buah dan bunga telang yang dimanfaatkan sebagai eco enzyme. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (19/1), sebagai bagian dari penguatan wawasan bisnis berkelanjutan dan kepedulian lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa semester 3 Prodi Bisnis Digital, yakni Nazwa Syifa Fitriani, Syahnaz, Shahnaz Hafiza Bilqis, Raka Muhammad Setia, dan Nasywan Abhinaya. Mahasiswa terlibat langsung mulai dari proses pemilahan bahan organik, fermentasi, hingga memahami manfaat kombucha dan eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan yang berpotensi bernilai ekonomi.
Baca juga:PIKMI 2026 Dibuka! UNM Siap Hat-trick Juara, Mahasiswa Daftar Sekarang
Dari Sampah Jadi Peluang Bisnis
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapat pendampingan langsung dari Grace Pay, praktisi pengolahan limbah organik. Melalui bimbingan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik pengolahan, tetapi juga diajak memahami potensi pengembangan produk ramah lingkungan sebagai ide bisnis berkelanjutan.
“Mengolah sampah organik menjadi kombucha dan eco enzyme bukan hanya soal teknik fermentasi, tetapi soal membangun kesadaran. Jika dikelola dengan benar, limbah bisa menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan dan layak dikembangkan sebagai usaha,” jelas Grace Pay.
Salah satu peserta kegiatan, Nazwa Syifa Fitriani, mengungkapkan bahwa praktik langsung ini memberikan perspektif baru tentang makna bisnis digital.
“Selama ini kami memandang bisnis digital identik dengan teknologi dan platform. Lewat praktik ini, kami belajar bahwa bisnis juga bisa dimulai dari solusi lingkungan. Sampah organik yang sering dianggap tidak bernilai ternyata bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki potensi ekonomi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (20/1).
Ia menambahkan, pengalaman praktik lapangan membuat konsep bisnis berkelanjutan lebih mudah dipahami dan relevan dengan tantangan masa depan.
Dari sisi akademik, Ketua prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah pengembangan kurikulum UNM sebagai Kampus Digital Bisnis.
Baca juga:Kuliah Cuma Dapat Gelar? UNM Bikin Mahasiswa Langsung Kerja Lewat IEP 3+1
“Kami ingin mahasiswa Bisnis Digital tidak hanya piawai mengelola teknologi dan pemasaran digital, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap isu keberlanjutan. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini melatih mahasiswa melihat peluang bisnis dari persoalan nyata di masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan inovasi, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu membangun pola pikir kreatif serta siap menciptakan solusi bisnis berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.










