NusamandiriNews, Jakarta–Manajemen perpustakaan yang profesional kini menjadi indikator penting dalam menilai keseriusan perguruan tinggi membangun mutu pendidikan. Di era digital, perpustakaan tidak lagi sekadar ruang penyimpanan buku, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat literasi informasi, pusat sumber belajar, serta tulang punggung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menempatkan perpustakaan sebagai bagian strategis dalam ekosistem akademik. Perpustakaan UNM dikelola dengan pendekatan modern berbasis teknologi informasi, mulai dari sistem otomasi layanan, repository institusi, hingga akses terhadap jurnal nasional dan internasional secara digital.
Baca juga: Tak Punya Dana Besar? Kuliah Bisnis Digital UNM Bisa Bayar Bulanan
UNM Jawab Tantangan Digital
Pengelolaan ini bertujuan memastikan sivitas akademika memperoleh sumber informasi yang relevan, mutakhir, dan mudah diakses kapan saja. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperkuat pembelajaran mandiri, dosen terbantu dalam pengembangan bahan ajar, serta budaya riset kampus semakin tumbuh secara berkelanjutan.
Pustakawan Universitas Nusa Mandiri, Dio Andre Nusa, menegaskan bahwa peran perpustakaan saat ini jauh melampaui fungsi tradisional.
“Perpustakaan sekarang bukan lagi sekadar tempat meminjam buku, tetapi menjadi pusat literasi digital. Kami fokus menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, dan berbasis teknologi agar mahasiswa terbiasa mengakses sumber ilmiah yang kredibel,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Rabu (21/1).
Menurutnya, transformasi perpustakaan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan.
Baca juga: Bidik Mahasiswa Asing, UNM Matangkan Skema PMB WNA Menuju Kampus Digital Bisnis Global
“Mahasiswa yang terbiasa memanfaatkan repository, jurnal elektronik, dan database ilmiah akan memiliki kemampuan literasi informasi yang lebih kuat. Ini sangat penting agar mereka tidak hanya pintar mencari informasi, tapi juga mampu memilah dan menggunakannya secara akademik,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa UNM terus memperkuat dukungan kebijakan dan fasilitas bagi pengembangan perpustakaan, mulai dari peningkatan kompetensi pustakawan, pengembangan koleksi digital, hingga integrasi layanan dengan sistem akademik kampus. Langkah ini sejalan dengan komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi.
“Dengan pengelolaan yang terarah dan visioner, perpustakaan UNM tidak hanya menjadi unit pendukung, tetapi tampil sebagai pusat penggerak mutu akademik dan literasi digital kampus,” tutupnya.










