Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Mau Jago Computer Vision? Mulai dari Image Processing!

badge-check


Mau Jago Computer Vision? Mulai dari Image Processing! Perbesar

NusamandiriNews–Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi computer vision menjadi salah satu topik yang paling sering dibicarakan di berbagai media. Mulai dari sistem pengenal wajah, kamera pintar, kendaraan otonom, hingga analisis video berbasis kecerdasan buatan, semuanya tampil sebagai simbol kemajuan teknologi visual. Namun, di balik gegap gempita istilah computer vision, ada satu fondasi yang kerap luput dari perhatian publik: image processing.

Sebagai Ketua Program Studi Informatika di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, saya melihat image processing bukan sekadar mata kuliah teknis, melainkan pintu masuk utama bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana mesin “melihat” dunia. Tanpa penguasaan pengolahan citra, computer vision hanya akan menjadi teknologi yang dangkal, canggih di permukaan, tetapi rapuh secara konsep.

Baca juga: Computer Vision dan Arah Baru Pendidikan Informatika

Mau Jago Computer Vision?

Image processing mengajarkan satu hal mendasar: bahwa gambar bukan sekadar visual, melainkan data. Di dalam sebuah citra terdapat informasi numerik yang bisa diproses, dimodifikasi, dianalisis, dan diinterpretasikan. Proses seperti filtering, edge detection, segmentation, hingga feature extraction menjadi latihan intelektual bagi mahasiswa Informatika untuk berpikir komputasional, mengubah realitas visual menjadi struktur data yang bisa dipahami mesin.

Di era Kampus Digital Bisnis, penguasaan image processing menjadi semakin relevan karena teknologi visual kini menembus hampir semua sektor. Dunia kesehatan memanfaatkannya untuk analisis citra medis, sektor keamanan menggunakannya dalam sistem pengawasan berbasis AI, industri kreatif memakainya dalam pengolahan konten visual, sementara konsep smart city menjadikannya tulang punggung dalam pengelolaan data berbasis kamera. Semua itu bermula dari satu kemampuan dasar: bagaimana sistem digital memproses citra.

Namun, popularitas teknologi visual juga membawa konsekuensi baru. Manipulasi gambar, deepfake, penyebaran informasi visual yang menyesatkan, hingga penyalahgunaan data visual menjadi isu serius di ruang publik. Inilah tantangan generasi Informatika hari ini. Mahasiswa tidak cukup hanya mahir secara teknis, tetapi juga harus memiliki kesadaran etis terhadap teknologi yang mereka kembangkan.

Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi krusial. Di Universitas Nusa Mandiri, kami tidak hanya mendorong mahasiswa untuk menguasai algoritma dan bahasa pemrograman, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap baris kode memiliki dampak sosial. Teknologi visual bukan hanya soal akurasi sistem, tetapi juga tentang tanggung jawab moral.

Baca juga: Image Processing sebagai Kompetensi Kunci Informatika

Ke depan, saya meyakini bahwa image processing akan tetap menjadi fondasi utama dalam inovasi digital, khususnya di ranah computer vision. Mahasiswa Informatika harus memanfaatkan momentum ini untuk memperdalam kompetensi, mengikuti perkembangan riset, dan berani melakukan eksplorasi ilmiah. Image processing bukan sekadar materi kuliah, tetapi bekal strategis untuk memasuki masa depan teknologi visual yang semakin kompleks.

Pada akhirnya, ledakan computer vision yang kita saksikan hari ini berdiri di atas kerja sunyi image processing. Dan, di situlah letak tantangannya: bagaimana memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi visual, tetapi juga menjadi perancangnya yang memahami fondasi, berpikir kritis, dan bertanggung jawab terhadap dampak inovasi yang mereka ciptakan.

Penulis: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak

Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah

31 Januari 2026 - 09:44 WIB

Literasi Kita Tinggi
Sedang Tren di Opini