NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat kualitas lulusan agar siap bersaing di dunia kerja digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kegiatan Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa skema Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNM pada Sabtu (24/1), secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa FEB Universitas Nusa Mandiri yang akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi Digital Marketing. Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait standar kompetensi, skema sertifikasi, serta penguatan materi yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.
Baca juga:Siap Kerja Sejak Kuliah? UNM Bekali Mahasiswa Sertifikasi Industri
UNM Dorong Mahasiswa Tersertifikasi
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi elemen penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga diakui secara profesional.
“Di era ekonomi digital, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan IPK. Sertifikasi kompetensi menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar industri. Inilah yang sedang kami dorong di FEB Universitas Nusa Mandiri agar lulusan benar-benar siap kerja dan siap bersaing,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Nusa Mandiri, Sidik, menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan resmi terhadap kompetensi mahasiswa.
“Sertifikasi kompetensi adalah validasi profesional atas kemampuan mahasiswa. Melalui skema Digital Marketing ini, mahasiswa diuji berdasarkan standar kompetensi kerja nasional, sehingga hasilnya dapat langsung diakui oleh dunia industri,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (26/1).
Pada sesi utama, pembekalan disampaikan oleh narasumber Ir. Aliy Hafiz, S.Kom., M.TI, yang memaparkan secara komprehensif mengenai 11 unit kompetensi Digital Marketing sesuai standar LSP Informatika. Materi mencakup perencanaan strategi pemasaran digital, pengelolaan media sosial, pembuatan konten digital, hingga analisis performa kampanye berbasis data.
Baca juga: Lulus dari UNM Harus Siap Kompeten, Mahasiswa Wajib Bersertifikat
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang terintegrasi antara akademik, praktik, dan sertifikasi profesional. Sebagai Kampus Digital Bisnis, kata Sidik, UNM tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk lulus, tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi tersertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri digital.
“Pembekalan sertifikasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Universitas Nusa Mandiri dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital,” tutupnya.










