NusamandiriNews, Jakarta–Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menggelar kegiatan rutin REBO NGELMU: Research Sharing pada Rabu (12/11). Kegiatan ini memasuki edisi kedua pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 dan diselenggarakan secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, alumni, serta peserta umum yang memiliki ketertarikan pada riset terapan di bidang teknologi informasi, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan dan sistem cerdas.
Baca juga: Magister Ilmu Komputer UNM Akan Hadirkan Rebo Ngelmu Episode 2, Bahas Inovasi Riset Teknologi
Rebo Ngelmu FTI UNM!
Pada episode Rebo Ngelmu #2, dua topik penelitian utama diangkat, yang relevan dengan perkembangan teknologi modern pada bidang Information Retrieval, Machine Learning, dan Medical Image Processing.
Acara dibuka oleh moderator Laela Kurniawati, dilanjutkan dengan pemutaran Mars Nusa Mandiri serta sambutan dari jajaran Program Studi Ilmu Komputer.
Topik penelitian pertama berjudul “Pencarian Hibrida dengan BM25 dan SBERT yang Disempurnakan untuk Meningkatkan Relevansi Pencarian pada Undang-Undang KUP.”
Penelitian ini mengembangkan sistem pencarian hukum yang lebih akurat melalui kombinasi lexical search (BM25) dan semantic search (SBERT), yang dinilai penting dalam meningkatkan efisiensi pencarian informasi hukum di era digital.
Topik kedua berjudul “Optimasi Segmentasi Tumor Otak dengan Res-UNet melalui Mekanisme Attention dan Quantization.”
Penelitian ini menawarkan pendekatan baru dalam segmentasi citra medis guna meningkatkan akurasi deteksi tumor otak dengan memanfaatkan arsitektur deep learning modern.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait implementasi teknis, peluang publikasi ilmiah, serta potensi penerapan hasil riset pada dunia industri dan sektor kesehatan.
Baca juga: Rebo Ngelmu UNM Ungkap Riset AI Revolusioner, Deteksi Penyakit Kini Lebih Cerdas
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komputer Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Agus Subekti, MT, menegaskan bahwa Rebo Ngelmu merupakan bagian dari strategi prodi dalam membangun budaya riset yang kolaboratif dan produktif di kalangan sivitas akademika.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan presentasi ilmiah, berdiskusi secara akademik, serta memperluas wawasan riset yang relevan dengan kebutuhan industri digital,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (17/11).
Melalui program Rebo Ngelmu, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong ekosistem akademik yang aktif, adaptif, dan berbasis riset, sekaligus menyiapkan generasi peneliti muda yang siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi informasi di tingkat nasional maupun global.










