NusamandiriNews, Jakarta–Masih banyak anggapan bahwa gelar Magister (S2) otomatis menjamin pekerjaan dan posisi strategis. Namun realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Tidak sedikit lulusan S2 justru mengalami stagnasi karier atau kesulitan menembus dunia kerja. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya salah?
Salah satu faktor utama adalah ketidaksesuaian bidang studi dengan kebutuhan industri. Di era transformasi digital, perusahaan membutuhkan talenta yang menguasai kompetensi teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), big data, cloud computing, data analytics, dan sistem informasi terintegrasi. Tanpa keahlian tersebut, gelar akademik saja tidak cukup untuk bersaing.
Baca juga:Siap Jadi Leader Digital? Ikuti Open House Magister Informatika UNM
UNM Tawarkan Solusi Magister Informatika Unggul
Berdasarkan laporan McKinsey Global Institute, kebutuhan tenaga kerja digital terus meningkat secara signifikan, sementara pasokan SDM dengan kompetensi teknologi masih terbatas. Kondisi ini justru membuka peluang besar bagi lulusan Magister Informatika yang memiliki skill relevan dengan industri.
Melihat peluang tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan Program Magister Informatika terakreditasi Unggul sebagai solusi pendidikan strategis bagi profesional muda yang ingin memastikan gelar S2 benar-benar berdampak pada karier.
Koordinator Marketing dan Komunikasi Universitas Nusa Mandiri, Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa masalah utama bukan pada jenjang S2-nya, melainkan pada relevansi kompetensi yang dipelajari.
“Banyak lulusan S2 kecewa karena berharap gelar otomatis membuka pintu karier. Padahal industri hari ini tidak mencari gelar, tapi mencari skill. Di UNM, Magister Informatika dirancang agar mahasiswa benar-benar menguasai teknologi yang dibutuhkan pasar kerja,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Selasa (27/1).
Ia menyampaikan bahwa program Magister Informatika UNM dirancang berbasis kebutuhan industri, didukung dosen praktisi dan peneliti aktif, kurikulum adaptif, serta kolaborasi dengan berbagai mitra industri dan institusi teknologi. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat dalam riset terapan, proyek industri, dan pengembangan solusi digital nyata.
Baca juga: Kupas AI Blockchain di UNM! Open House Magister Informatika Dibuka, Daftar Sekarang
“Hasilnya, banyak alumni UNM kini berkarier di posisi strategis sebagai IT Consultant, Data Scientist, System Analyst, Digital Transformation Specialist, hingga pimpinan unit teknologi informasi di sektor swasta maupun pemerintahan,” katanya.
Kalau ingin S2 yang benar-benar mengubah masa depan, paparnya, pilih kampus yang satu visi dengan industri. Magister Informatika UNM bukan sekadar program akademik, tapi jalur percepatan karier di era digital.
“Melalui pendekatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis menegaskan bahwa gelar S2 tidak akan menjadi formalitas, melainkan investasi karier jangka panjang yang relevan, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan,” tutupnya.










