NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan perannya dalam melahirkan studentpreneur muda melalui kisah inspiratif Muhamad Naufal Amirul Ma’arif, mahasiswa Program Studi Sains Data, yang sukses menjalankan bisnis konstruksi bernilai ratusan juta rupiah sejak masih mahasiswa baru.
Kisah ini disampaikan langsung oleh Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) Universitas Nusa Mandiri, Maruloh, yang menilai Naufal sebagai contoh nyata mahasiswa UNM yang mampu mengintegrasikan dunia akademik dengan praktik bisnis riil.
Baca juga: Mahasiswa S2 UNM Luncurkan Finture, Aplikasi AI Kelola Keuangan UMKM!
Mahasiswa UNM Raup Ratusan Juta
“Ini bukan sekadar cerita sukses mahasiswa, tetapi bukti bahwa ekosistem kewirausahaan di Universitas Nusa Mandiri mampu mendorong mahasiswa berani membangun bisnis nyata sejak dini. Naufal menunjukkan bahwa mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk menjadi pengusaha,” ujar Maruloh dalam rilis yang diterima, pada Selasa (27/1).
Naufal merupakan pendiri ZAMA AUTO SPORT, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi lapangan olahraga dan infrastruktur pendukung seperti lapangan padel, basket, futsal, badminton, voli, tenis, hingga pickleball. Selain itu, bisnisnya juga menangani pembangunan playground anak, café, kantor, toilet, musholla, hingga atap kremona bermembran.
Didirikan pada November 2024, ZAMA AUTO SPORT termasuk kategori bisnis high risk–high return. Meski masih semester awal, Naufal mampu mengelola proyek-proyek bernilai besar dengan omzet mencapai Rp200–300 juta per bulan dan keuntungan bersih berkisar Rp40–100 juta, tergantung skala proyek.
Menurut Maruloh, keberhasilan Naufal tidak datang secara instan, melainkan hasil dari pengalaman panjang dan keberanian mengambil keputusan besar.
“Sejak 2022, Naufal sudah terjun langsung di dunia konstruksi. Dia belajar dari lapangan, membaca peluang, lalu berani keluar dari zona nyaman untuk membangun brand sendiri. Ini karakter wirausaha yang terus kami dorong di NEC UNM,” jelasnya.
Dalam strategi bisnisnya, Naufal menyasar segmen developer perumahan dan pelaku usaha yang ingin berinvestasi di bisnis persewaan lapangan olahraga. Ia mengandalkan reputasi, relasi, dan kualitas layanan, sehingga sebagian besar proyek datang dari repeat order dan rekomendasi klien.
Baca juga: Siap Kerja atau Kalah Saing? UNM Bekali Mahasiswa Sertifikasi
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital tetap menjadi kekuatan utama, melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga iklan Facebook. Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran yang ia dapatkan di Program Studi Sains Data UNM, yang membentuk pola pikir berbasis data dalam pengambilan keputusan bisnis.
“Lingkungan di Universitas Nusa Mandiri sangat mendukung. Mahasiswa dibiasakan berpikir strategis, melihat peluang, dan memanfaatkan teknologi. Inilah yang membuat UNM layak disebut Kampus Digital Bisnis,” tegas Maruloh.
Ke depan, Naufal menargetkan ZAMA AUTO SPORT berkembang secara nasional dan dapat berjalan secara autopilot. Kisahnya kini menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNM lainnya bahwa kuliah bukan penghalang untuk membangun bisnis, justru bisa menjadi akselerator menuju kesuksesan.










