NusamandiriNews, Jakarta–Meningkatnya jumlah lulusan magister (S2) di Indonesia tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keterserapan kerja. Fenomena lulusan S2 menganggur kini menjadi realitas yang perlu dicermati secara serius oleh calon mahasiswa dan dunia pendidikan.
Salah satu penyebab utama adalah kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Banyak program magister masih menekankan pendekatan teoritis, sementara perusahaan justru membutuhkan talenta dengan kemampuan problem solving, analisis data, serta penguasaan teknologi digital.
Baca juga:Gelar S2 Tak Jamin Karier? UNM Tawarkan Solusi Magister Informatika Unggul
UNM Pastikan Karier Naik Level
Berdasarkan laporan LinkedIn Jobs on the Rise, keterampilan seperti data analytics, artificial intelligence, dan teknologi informasi menjadi kompetensi paling dibutuhkan saat ini. Namun, tidak semua lulusan S2 memiliki skill tersebut akibat kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan tuntutan industri.
Faktor lain yang sering luput diperhatikan adalah akreditasi dan reputasi kampus. Kampus dengan akreditasi rendah umumnya memiliki keterbatasan jejaring industri, kualitas dosen, hingga fasilitas pembelajaran. Akibatnya, lulusan kesulitan membangun kredibilitas di mata perusahaan.
Koordinator Marketing dan Komunikasi Universitas Nusa Mandiri, Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa gelar S2 saat ini harus dibarengi kompetensi nyata, bukan sekadar prestise akademik.
“Banyak yang masih berpikir S2 otomatis menjamin karier. Padahal yang dicari industri sekarang adalah lulusan yang punya skill relevan, adaptif, dan siap kerja. Di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, kami merancang pendidikan magister agar benar-benar berdampak pada karier, bukan hanya menambah gelar,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Selasa (27/1).
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir sebagai Kampus Digital Bisnis yang fokus mencetak lulusan magister siap kerja dan siap bersaing secara global. Program Magister Informatika UNM telah terakreditasi Unggul, dengan kurikulum berbasis kebutuhan industri digital.
Baca juga:Mahasiswa UNM Raup Ratusan Juta dari Bisnis Konstruksi! Ini Rahasianya Daftar di UNM Sekarang!
Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga riset terapan, penguasaan teknologi mutakhir, project-based learning, serta jejaring profesional dengan praktisi industri. Hal inilah yang membuat lulusan UNM memiliki nilai tambah signifikan dalam proses rekrutmen dan pengembangan karier jangka panjang.
“Gelar itu penting, tapi skill dan mindset jauh lebih menentukan. Kami ingin lulusan UNM lulus dengan portofolio, pengalaman, dan kompetensi yang bisa langsung dijual ke industri,” tambah Wawan.
Dengan pendekatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri terus membuktikan diri sebagai kampus yang tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi menyiapkan profesional digital masa depan.










