NusamandiriNews, Jakarta–Keikutsertaan dosen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam Program Hibah BESTARI Saintek Tahun 2026 menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.
Meskipun tidak seluruh proposal dinyatakan lolos pada tahap Expression of Interest (EoI), Universitas Nusa Mandiri menilai seluruh usulan yang diajukan telah mencerminkan kapasitas akademik, relevansi keilmuan, serta komitmen dosen dalam menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi yang aplikatif.
Baca juga:Riset Berdampak Nyata! UNM Dorong Inovasi Lewat Hibah BESTARI 2026
UNM Perkuat Budaya Riset Lewat BESTARI 2026
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Mandiri, Dr. Nita Merlina, menegaskan bahwa proses seleksi hibah nasional merupakan bagian penting dari peningkatan mutu akademik perguruan tinggi.
“Program hibah nasional seperti BESTARI Saintek 2026 tidak hanya berorientasi pada pendanaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas gagasan, penguatan kolaborasi, dan perluasan dampak riset. Universitas Nusa Mandiri akan terus mendampingi dosen agar semakin kompetitif di tingkat nasional,” tegasnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (28/1).
Baca juga:Dua Proposal Dosen UNM Lolos Hibah BESTARI Saintek 2026
Ia menyebutkan sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen menjadikan setiap proses hibah sebagai sarana pembelajaran institusional.
“Ke depan, UNM akan memperluas klinik proposal hibah, pendampingan penulisan riset, serta penguatan kolaborasi lintas program studi dan mitra eksternal guna meningkatkan kualitas dan daya saing proposal di tingkat nasional,” tutupnya.










