NusamandiriNews–Perkembangan computer vision hari ini telah melampaui batas ruang riset laboratorium. Teknologi ini hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat digital mulai dari pengenalan wajah pada ponsel, deteksi objek pada kamera pintar, hingga analisis citra medis di layanan kesehatan. Apa yang dulu dianggap teknologi masa depan, kini menjadi bagian dari rutinitas harian. Bagi mahasiswa Program Studi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri, realitas ini membuka cakrawala baru tentang arah masa depan profesi teknologi. Computer vision bukan lagi wacana akademik, melainkan kebutuhan nyata dunia digital.
Sebagai Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM memandang computer vision sebagai pintu masuk strategis untuk memahami bagaimana data visual diolah menjadi keputusan cerdas. Mahasiswa Informatika tidak cukup hanya menguasai bahasa pemrograman. Mereka dituntut memahami bagaimana citra digital direpresentasikan, diproses, dan dianalisis secara komputasional. Di sinilah image processing berperan sebagai fondasi utama. Tanpa pemahaman yang kuat di tahap ini, pengembangan computer vision akan kehilangan kedalaman ilmiahnya.
Baca juga:Image Processing sebagai Kompetensi Kunci Informatika
Computer Vision Sudah di Tanganmu
Perubahan lanskap teknologi juga melahirkan jenis profesi baru yang semakin dibutuhkan industri. Computer vision engineer, AI researcher, hingga data scientist berbasis visual kini menjadi peran strategis di berbagai sektor. Mahasiswa Informatika UNM perlu menyadari bahwa peluang karier masa depan sangat erat dengan penguasaan data visual.
Kampus digital bisnis tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi membentuk talenta digital yang siap bersaing secara global. Pembelajaran berbasis proyek dan riset menjadi kunci agar pengalaman akademik selaras dengan kebutuhan industri.
Bagi Generasi Z, computer vision bukan sekadar teknologi canggih, melainkan bagian dari gaya hidup digital. Media sosial, kamera pintar, dan aplikasi berbasis AI telah membentuk cara berpikir generasi muda. Tantangannya adalah bagaimana mahasiswa Informatika mampu melihat fenomena ini sebagai peluang akademik dan profesional, bukan sekadar konsumsi teknologi.
Fakultas Teknologi Informasi UNM mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis, kreatif, dan etis dalam memanfaatkan teknologi visual. Inovasi tanpa kesadaran sosial justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Baca juga:Siap atau Tertinggal? Masa Depan Informatika Ada di Data Visual
Ke depan, computer vision akan menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan kecerdasan buatan. Mahasiswa Program Studi Informatika S1 UNM perlu menyiapkan diri sejak dini melalui penguatan image processing dan analisis data visual. Universitas Nusa Mandiri berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan masa depan yang adaptif, aplikatif, dan berdampak.
Pendidikan Informatika harus mampu menjawab tantangan zaman yang serba visual dan data-driven. Computer vision bukan masa depan yang jauh, ia sudah hadir hari ini. Pertanyaannya, apakah kita hanya menjadi pengguna, atau justru pelaku utama transformasi digital?
Penulis: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika, Universitas Nusa Mandiri










