NusamandiriNews, Jakarta–Menjalankan bisnis kreatif sambil menyelesaikan kewajiban akademik bukan perkara mudah. Namun tantangan itulah yang berhasil ditaklukkan Adelia Rizki Nur Azizah, alumni Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, melalui usaha home decor handmade bernama Arna Decor.
Arna Decor dirintis sejak 2020 dan bergerak di bidang kerajinan dekorasi rumah berbahan kayu MDF, seperti hiasan dinding dan jam dinding dengan desain estetik dan fungsional. Keunggulan utama brand ini terletak pada layanan custom design, yang memungkinkan pelanggan menyesuaikan produk sesuai karakter ruang dan kebutuhan personal mereka.
Baca juga:Alumni UNM Berprestasi Jadi Bukti Nyata Kualitas Kampus Digital Bisnis
Dari Mahasiswa Jadi Pengusaha
Ketertarikan Adelia pada dunia usaha telah tumbuh sejak masa sekolah. Berawal dari pengalaman sebagai dropshipper, ia mulai memahami pola bisnis, perilaku konsumen, hingga pentingnya membangun kepercayaan. Keinginan untuk memiliki produk dengan identitas kuat mendorongnya memilih jalur industri kreatif dan mendirikan Arna Decor sebagai bisnis mandiri.
Selama menjalani perkuliahan di Universitas Nusa Mandiri, Adelia harus membagi fokus antara akademik dan operasional usaha. Tantangan produksi, pengelolaan pesanan, hingga pemasaran dihadapi dengan penerapan manajemen waktu yang disiplin dan penentuan prioritas yang jelas. Strategi ini membuat bisnis tetap berjalan tanpa mengganggu kewajiban akademik.
Dari sisi pemasaran, Arna Decor mengandalkan kanal digital seperti media sosial dan marketplace untuk membangun brand awareness dan menjangkau konsumen lintas daerah. Pendekatan digital ini terbukti efektif mendorong pertumbuhan usaha secara konsisten di tengah persaingan industri kreatif.
Secara finansial, Arna Decor mencatatkan omzet di kisaran Rp18–30 juta per periode penjualan. Meski masih berskala usaha kreatif, bisnis ini dinilai sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi penguatan industri kreatif lokal.
Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) Universitas Nusa Mandiri, Maruloh, menilai kisah Adelia sebagai representasi nyata mahasiswa dan alumni UNM yang berani memulai bisnis sejak dini.
“Arna Decor menunjukkan bahwa bisnis tidak harus menunggu lulus atau bermodal besar. Yang terpenting adalah keberanian memulai, konsistensi, dan kemauan belajar. Inilah karakter studentpreneur yang terus kami dorong di Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis,” jelasanya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Kamis (29/1).
Ia menambahkan bahwa NEC hadir sebagai ekosistem pendukung mahasiswa dan alumni dalam mengembangkan usaha, mulai dari pendampingan ide, mentoring bisnis, hingga akses program kewirausahaan nasional.
Baca juga:Dari Mahasiswa untuk Dunia Bisnis: Rahasia Keberlanjutan Usaha Ala Adelia Rizki
“Melalui NEC, kami ingin mahasiswa dan alumni UNM tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga dengan mindset wirausaha, kemampuan adaptif, dan keberanian menciptakan peluang,” tambahnya.
Sebagai alumni Universitas Nusa Mandiri, Adelia merasakan langsung peran kampus dalam membentuk pola pikir bisnisnya. Berbagai program kewirausahaan, workshop, mentoring, hingga keterlibatan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) menjadi bekal penting dalam perjalanan usahanya.
Ke depan, Adelia menargetkan Arna Decor terus berkembang dengan memperluas variasi produk, memperkuat layanan custom, dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital. Kisah ini menjadi bukti bahwa lingkungan kampus yang tepat mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh dan berdampak.
Universitas Nusa Mandiri yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi pelaku usaha dan inovator di era ekonomi digital.










