NusamandiriNews, Jakarta – Di tengah ramainya Generasi Z berburu popularitas di media sosial, industri justru bergerak ke arah berbeda. Profesi berbasis data kini menjadi incaran utama perusahaan global. Program Studi Sains Data pun menjelma menjadi salah satu jurusan paling menjanjikan di era ekonomi digital, termasuk di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.
Laporan World Economic Forum Future of Jobs menyebutkan bahwa profesi data scientist, data analyst, dan AI specialist masuk dalam daftar pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030. Tren serupa juga terjadi di Indonesia, seiring masifnya transformasi digital di sektor perbankan, e-commerce, startup, hingga pemerintahan.
Baca juga:UNM Gandeng PT Nawatech, Mahasiswa Sains Data Magang Langsung di Industri Digital
Gen Z Kini Rebutan Jadi Data Scientist
Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menegaskan bahwa data kini menjadi aset strategis perusahaan, bahkan lebih berharga dari sekadar modal finansial.
“Hampir semua keputusan bisnis hari ini berbasis data. Itu sebabnya lulusan Sains Data sangat dibutuhkan, tidak hanya di perusahaan teknologi, tetapi juga di sektor konvensional yang sedang bertransformasi digital,” ujarnya dalam keterangan rilis, pada Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, prospek kerja lulusan Sains Data sangat luas dan berkelanjutan.
“Lulusan bisa berkarier sebagai data scientist, data analyst, machine learning engineer, business intelligence analyst, hingga AI specialist. Ini adalah profesi masa depan dengan jenjang karier dan penghasilan yang kompetitif,” jelasnya.
Tati menambahkan, Program Studi Sains Data UNM dirancang selaras dengan karakter Generasi Z yang adaptif dan melek teknologi.
“Mahasiswa dibekali kemampuan statistik, pemrograman, big data analytics, serta pemanfaatan artificial intelligence. Ini bukan sekadar belajar teori, tetapi menyiapkan mereka menjadi problem solver berbasis data,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Marketing dan Komunikasi UNM, Sofian Wira Hadi, menilai keunggulan Program Studi Sains Data UNM terletak pada pendekatan praktis dan koneksi langsung dengan kebutuhan industri.
Baca juga:Mahasiswa Sains Data UNM Kuasai Big Data Visual di Era AI
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri memastikan kurikulum Sains Data selalu relevan dengan tren industri. Dosen praktisi, studi kasus nyata, dan kolaborasi industri menjadi kekuatan utama kami,” ungkap Sofian.
Ia menyebutkan bahwa UNM tidak hanya fokus mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mendorong lahirnya talenta digital berjiwa entrepreneur.
“Kami ingin Gen Z tidak sekadar ikut tren, tetapi menciptakan nilai. Sains Data UNM adalah pilihan cerdas bagi generasi muda yang ingin masa depan kariernya stabil, bergengsi, dan berdaya saing global,” tandasnya.
Dengan lonjakan kebutuhan tenaga data di berbagai sektor, Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri hadir sebagai jawaban konkret bagi Generasi Z yang ingin melampaui tren sesaat dan memilih karier yang benar-benar dibutuhkan industri.










