NusamandiriNews, Jakarta – Pesatnya transformasi digital mendorong kebutuhan talenta teknologi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), data science, dan blockchain untuk menjawab persoalan bisnis nyata. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, sukses menggelar kegiatan Open House bertema “Mastering AI, Data & Blockchain for Business Leaders” pada Rabu (31/1) secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh calon mahasiswa, profesional, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat kurikulum, jalur peminatan, dan prospek karier lulusan Magister Informatika UNM. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif sejak awal acara.
Baca juga:S2 Masih Menganggur? Ini Alasan dan Solusi ala UNM Pastikan Karier Naik Level!
UNM Tantang Anda Kuasai AI dan Data
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, S.Si, MM, M.Kom, IPU, ASEAN.Eng, menegaskan pentingnya pendidikan magister yang selaras dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
“Pendidikan magister harus mampu menjembatani dunia akademik dan industri. Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis riset dan praktik agar lulusan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga problem solver dan inovator di tempat kerja,” ujarnya.
Sesi keynote speech menghadirkan Irman Hermadi, S.Kom., M.S., Ph.D, Head of Blockchain Division BRAIN IPB, yang menyoroti peran strategis integrasi AI, data, dan blockchain dalam membangun keunggulan bisnis.
“Perusahaan yang mampu memanfaatkan AI, data science, dan blockchain secara tepat akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Teknologi kini menjadi fondasi utama dalam menciptakan nilai bisnis,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Informatika UNM, Prof. Dr. Agus Subekti, MT, memaparkan tiga jalur pengembangan kompetensi yang dapat dipilih mahasiswa, yakni AI & Blockchain, Software Engineering & Data Science, serta Computer Vision & Image Processing.
“Kurikulum kami dirancang adaptif terhadap kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mengerjakan studi kasus nyata dan riset terapan yang relevan dengan dunia kerja,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (4/2).
Pengalaman alumni turut memperkaya sesi diskusi. Anas Faisal yang kini berkiprah dalam pengelolaan sistem informasi di instansi pemerintah, menilai pembelajaran berbasis riset selama studi memberikan dampak nyata dalam mendorong transformasi digital di lingkungan kerjanya.
Baca juga:Siap Jadi Leader Digital? Ikuti Open House Magister Informatika UNM
“Bekal akademik dan riset sangat membantu saya dalam memimpin pengembangan sistem informasi. Program ini relevan dengan kebutuhan profesional saat ini,” ungkapnya.
Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan informasi lengkap mengenai sistem perkuliahan, skema penelitian tesis, prosedur pendaftaran, hingga peluang beasiswa yang disampaikan oleh tim pengelola program studi. Sesi konsultasi langsung dengan dosen menjadi salah satu bagian yang paling diminati peserta.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri berharap dapat mendorong lebih banyak lulusan sarjana dan profesional untuk melanjutkan studi di bidang teknologi strategis. Open House ini sekaligus menjadi upaya UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri digital masa depan.










