NusamandiriNews, Jakarta — Dunia kerja tahun 2026 kian kompetitif seiring pesatnya disrupsi teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta tuntutan industri terhadap sumber daya manusia yang adaptif dan multiskill. Kondisi ini menegaskan bahwa gelar akademik saja tidak lagi cukup tanpa dibarengi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus memperkuat perannya sebagai Kampus Digital Bisnis yang berorientasi pada kesiapan karier mahasiswa. Langkah ini sejalan dengan visi FEB UNM, yakni “Menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang Unggul, Mandiri, dan Inovatif Berbasis Digital.”
Baca juga: FEB UNM Bekali Mahasiswa dengan Sertifikasi BNSP
FEB UNM Siapkan Lulusannya dari Bangku Kuliah
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menegaskan bahwa transformasi dunia kerja harus direspons dengan perubahan pendekatan pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya mencetak lulusan berijazah. Mahasiswa harus dibekali kompetensi nyata, pengalaman industri, dan kemampuan beradaptasi. Di FEB UNM, kami menyiapkan mahasiswa agar siap kerja bahkan sebelum mereka lulus,” tegasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (9/2).
Ia menjelaskan, salah satu strategi utama FEB UNM adalah penguatan kurikulum berbasis industri, pembelajaran kontekstual, serta integrasi teknologi digital dalam proses akademik.
Program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1, menjadi pembeda FEB UNM.
Melalui skema tiga tahun kuliah dan satu tahun magang di industri, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata, membangun jejaring profesional, serta memahami budaya kerja sejak dini.
“Program IEP 3+1 memberi mahasiswa keunggulan kompetitif. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke dunia kerja, sehingga saat lulus sudah memiliki pengalaman dan portofolio,” tambahnya.
Baca juga:Siap Uji Sertifikasi Digital Marketing? FEB UNM Ajak Mahasiswa Ikut Pembekalan
Selain itu, FEB UNM juga membekali mahasiswa melalui sertifikasi kompetensi, pelatihan digital marketing, penguatan kewirausahaan, serta kolaborasi aktif dengan mitra industri. Mahasiswa didorong membangun portofolio melalui proyek riil, studi kasus, dan kegiatan organisasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui pendekatan tersebut, FEB UNM menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap menjadi profesional, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha di era ekonomi digital. Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan relevan dengan masa depan industri,” paparnya.










