NusamandiriNews, Depok — Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola konferensi internasional sekaligus mematangkan persiapan International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI) 2026, Universitas Nusa Mandiri (UNM) berpartisipasi aktif dalam IEEE Indonesia Section Chapters Workshop on Conference Management (WCM) 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026, bertempat di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Depok, dan diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengelola konferensi, akademisi, serta perwakilan IEEE Section dan Chapters dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Baca juga: Siap Masuki Era AI Agent, Universitas Nusa Mandiri Kembali Akan Gelar ICITRI 2026
UNM Matangkan ICITRI 2026 Berstandar IEEE
Universitas Nusa Mandiri, yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, diwakili langsung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM, Andi Saryoko. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman standar internasional dalam pengelolaan konferensi ilmiah sesuai ketentuan IEEE.
Workshop tersebut membahas secara komprehensif berbagai aspek penting manajemen konferensi, mulai dari quality management, sponsorship, penganggaran, pelaporan, hingga persiapan prosiding ilmiah melalui pdfExpress, eCopyright, Crosscheck, serta pemanfaatan sistem manajemen konferensi seperti EDAS, EasyChair, dan CMT.
Ketua LPPM Universitas Nusa Mandiri, Andi Saryoko, menegaskan bahwa keikutsertaan UNM dalam workshop ini merupakan bagian dari komitmen institusi menjaga mutu dan kredibilitas konferensi internasional.
“ICITRI bukan sekadar agenda tahunan, tetapi etalase kualitas riset Universitas Nusa Mandiri di tingkat global. Dengan mengikuti workshop IEEE ini, kami memastikan seluruh proses konferensi berjalan profesional, transparan, dan sesuai standar internasional,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (9/2).
Baca juga:ICITRI 2025 Hadirkan Pakar Dunia, UNM Dorong Kolaborasi Riset AI Lintas Negara
Ia menambahkan, penguatan kapasitas pengelola konferensi menjadi krusial agar UNM mampu menghadirkan forum ilmiah yang kredibel sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM berkomitmen menghadirkan ekosistem riset yang adaptif dan berdaya saing global. ICITRI 2026 kami siapkan sebagai ruang kolaborasi peneliti, akademisi, dan praktisi teknologi dari berbagai negara,” tambahnya.
Melalui partisipasi aktif dalam IEEE WCM 2026, Universitas Nusa Mandiri semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang serius dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah internasional, sekaligus memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional dan global.










