Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Robot Makin Cerdas, Kampus Sudah Siap?

badge-check


Robot Makin Cerdas, Kampus Sudah Siap? Perbesar

NusamandiriNews–Robotika hari ini tidak lagi hidup di layar lebar atau terbatas pada lini produksi pabrik besar. Ia hadir di sekitar kita dalam mesin otomatis industri, robot layanan publik, hingga sistem cerdas di bidang kesehatan dan pendidikan. Di balik kemajuan tersebut, satu fondasi kerap luput dari perhatian publik adalah teknik elektro. Tanpa sistem kelistrikan yang presisi, sensor yang akurat, aktuator yang andal, dan kendali yang terintegrasi, robot hanyalah rangka tanpa kecerdasan.

Robot pada dasarnya adalah sistem elektro-mekanik yang bekerja secara terukur dan terkoordinasi. Sensor berfungsi sebagai indera, aktuator sebagai otot, dan sistem kendali sebagai otak pengambil keputusan. Karena itu, penguasaan teknik elektro bukan pelengkap, melainkan prasyarat utama dalam pengembangan robotika modern. Pertanyaannya, apakah pendidikan tinggi kita sudah benar-benar menyiapkan fondasi tersebut?

Baca juga: Berani Ambil Risiko di Usia Muda, Mahasiswa UNM Ini Jadikan Kampus Digital Bisnis sebagai Pilar Kesuksesan

Robot Makin Cerdas

Sayangnya, percepatan teknologi robotika belum sepenuhnya diimbangi oleh kesiapan pembelajaran di perguruan tinggi. Di banyak kampus, pembelajaran teknik elektro masih terjebak pada pendekatan teoritis. Praktikum sering berhenti pada modul dasar dan belum diarahkan pada perancangan sistem robotika yang utuh dan kontekstual. Akibatnya, mahasiswa memahami konsep, tetapi kurang memiliki pengalaman nyata dalam merancang, mengintegrasikan, dan menguji sistem elektro dalam konteks teknologi masa depan.

Kondisi ini menjadi tantangan serius di tengah tuntutan Revolusi Industri 4.0. Dunia industri tidak lagi mencari lulusan yang sekadar paham rumus dan rangkaian, tetapi talenta yang mampu mengintegrasikan sistem elektro dengan otomatisasi, pemrograman, dan kecerdasan buatan. Ketika kurikulum dan metode pembelajaran tertinggal, kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri pun melebar.

Di sinilah peran pendidikan tinggi menjadi sangat strategis. Pembelajaran teknik elektro harus bergeser menuju pendekatan berbasis proyek. Mahasiswa perlu didorong sejak dini untuk merancang robot sederhana, sistem otomasi, atau perangkat cerdas yang memadukan teori dan praktik. Pendekatan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih pola pikir kritis, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah kompetensi yang menjadi inti lulusan abad ke-21.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyadari bahwa mutu pembelajaran harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui penguatan sistem penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran, UNM mendorong integrasi teknologi digital dalam proses akademik. Berbagai kegiatan, seperti workshop implementasi Artificial Intelligence untuk transformasi digital, menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan dasar teknologi cerdas yang relevan dengan perkembangan robotika modern.

Baca juga: Tak Cukup Ijazah, Mahasiswa Bisnis Digital UNM Wajib Kantongi Sertifikasi!

Laboratorium pun tidak boleh lagi dipandang sekadar ruang praktikum formal. Ia harus menjadi ruang eksplorasi, inovasi, dan eksperimen. Dukungan dosen yang adaptif, kurikulum yang kontekstual, serta kolaborasi dengan industri menjadi kunci agar pembelajaran elektro dan robotika tetap relevan dengan kebutuhan nyata. Mutu pembelajaran tidak diukur dari banyaknya materi, tetapi dari kedalaman pengalaman belajar mahasiswa.

Robot tidak diciptakan untuk menggantikan manusia sepenuhnya, melainkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja. Karena itu, mahasiswa elektro perlu membekali diri dengan keterampilan lintas bidang pemrograman, sistem kendali, hingga pemahaman dasar kecerdasan buatan. Pendidikan tinggi harus hadir sebagai ruang yang mempersiapkan masa depan, bukan sekadar mengulang masa lalu.

Jika perguruan tinggi mampu beradaptasi dan berinovasi, Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi robotika, tetapi juga produsen gagasan dan inovasi. Dan di Universitas Nusa Mandiri, peningkatan mutu pembelajaran menjadi kunci agar mahasiswa siap menghadapi dunia yang makin otomatis dan cerdas.

Penulis: Nurmalasari, Ketua Lembaga Penjaminan dan Pengembangan Pembelajaran, Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perpustakaan Ramai, Tapi Buku Masih Sepi? Saatnya Mahasiswa Klik Otak, Bukan Hanya Wi-Fi

10 Februari 2026 - 12:58 WIB

Perpustakaan Ramai, Tapi Buku Masih Sepi?

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak
Sedang Tren di Opini