NusamandiriNews, Jakarta–Memasuki semester pertama perkuliahan biasanya identik dengan masa adaptasi. Namun, hal itu tak sepenuhnya berlaku bagi Muhammad Rifal Rustia Padilah, mahasiswa Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM).
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa baru, Rifal justru telah menapaki dunia profesional melalui program magang di bawah naungan PT Mahaka. Ia tergabung dalam tim media sosial untuk dua unit rekreasi, yakni Keong Emas dan Go! Wet.
Kesempatan tersebut terbilang istimewa. Pasalnya, Rifal dipercaya memegang peran sebagai videographer sekaligus editor konten digital, tanggung jawab yang umumnya diemban oleh praktisi berpengalaman.
Baca juga:Siap Bersaing atau Tersingkir? 111 Mahasiswa FEB UNM Ikuti Sertifikasi Digital Marketing
Mahasiswa Semester 1 UNM Tembus PT Mahaka
“Jujur, rasanya seru banget bisa dipercaya masuk ke tim media sosial di bawah PT Mahaka. Padahal aku masih semester 1, tapi sudah dikasih kesempatan pegang peran jadi videographer dan editor sekaligus. Rasanya seperti ‘curi start’, belajar langsung di lapangan sebelum dapat teori di kelas,” ujar Rifal saat ditemui, belum lama ini.
Dalam kesehariannya, Rifal memproduksi berbagai konten visual untuk kebutuhan promosi digital. Ia berinteraksi langsung dengan pengunjung, terutama anak-anak yang menjadi target utama wahana rekreasi tersebut.
Menurut dia, pengalaman itu bukan hanya melatih kemampuan teknis produksi konten, tetapi juga membentuk ketahanan mental dan keterampilan komunikasi.
“Asyiknya, saya sering bertemu anak-anak yang sangat aktif. Capek, tapi menyenangkan. Dari situ saya belajar tetap tenang saat mengambil gambar. Bahkan saya juga diajak terlibat di sisi penjualan, jadi merasakan langsung bagaimana menawarkan produk ke calon pelanggan,” katanya.
Pengalaman magang itu turut membentuk kedisiplinan Rifal dalam mengatur waktu antara perkuliahan dan pekerjaan profesional. Ia mengaku harus cermat membagi waktu antara tugas akademik dan tenggat produksi konten.
Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, keberhasilan Rifal menunjukkan bahwa mahasiswa generasi digital memiliki peluang besar untuk terjun ke industri sejak awal perkuliahan.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak menunggu lulus baru mencari pengalaman. Dunia industri digital bergerak cepat, sehingga mahasiswa perlu adaptif, berani mencoba, dan membangun portofolio sejak semester awal,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (12/2).
Ia menambahkan, kurikulum Bisnis Digital UNM memang dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri, terutama dalam bidang konten digital, pemasaran, dan pengembangan bisnis berbasis teknologi.
Baca juga:Tak Cukup Ijazah, Mahasiswa Bisnis Digital UNM Wajib Kantongi Sertifikasi!
“Apa yang diraih Rifal menjadi contoh nyata bahwa pembelajaran di kelas dapat berjalan beriringan dengan praktik di lapangan. Ini sejalan dengan komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang menyiapkan lulusan siap kerja dan siap bersaing,” kata Lia.
Kisah Rifal mencerminkan perubahan pola pembelajaran mahasiswa di era digital. Dunia industri kini semakin terbuka terhadap talenta muda, termasuk mahasiswa baru yang memiliki kompetensi relevan.
“Langkah tersebut menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja dapat dimulai bahkan sejak semester pertama. Bagi mahasiswa, perkuliahan bukan semata tentang nilai akademik, melainkan juga tentang keberanian mengambil peluang dan membangun rekam jejak profesional sejak dini,” tegasnya.










