NusamandiriNews, Tangerang Selatan — Guna memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia profesi, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerima kunjungan Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, pada Rabu (11/2). Pertemuan yang berlangsung di Gedung BSN, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Jl. Komp. Puspiptek, Muncul, Setu, Tangerang Selatan, Banten, ini membahas peluang kolaborasi strategis, khususnya penguatan Internship Experience Program (IEP) 3+1.
Rombongan Universitas Nusa Mandiri dipimpin oleh Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik, Arif Hidayat, dan disambut langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (Pusbang SDM SPK) BSN, Arini Widyastuti, beserta jajaran.
Baca juga:Perkuat Link and Match, UNM Jajaki Kerja Sama Strategis dengan TP Indonesia
BSN dan Universitas Nusa Mandiri Dorong Program IEP 3+1
Fokus utama diskusi diarahkan pada penciptaan ekosistem yang mendukung keberhasilan program IEP 3+1, di mana mahasiswa memperoleh kesempatan mengaplikasikan kompetensi akademik secara langsung di lembaga nasional seperti BSN. Dalam kesempatan tersebut, Arif Hidayat menyampaikan apresiasi atas diterimanya mahasiswa Program Studi (prodi) Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri untuk melaksanakan magang di BSN.
“BSN merupakan mitra strategis yang mampu memberikan pengalaman lapangan bernilai tinggi bagi mahasiswa. Program IEP 3+1 dirancang untuk mempercepat kesiapan kerja, dan kolaborasi dengan lembaga seperti BSN menjadi kunci,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (13/2).
Menanggapi hal tersebut, Arini Widyastuti menegaskan kesiapan BSN untuk menjajaki berbagai bentuk dukungan kolaboratif dengan perguruan tinggi.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Sinergi dengan kampus sangat penting untuk menyiapkan talenta masa depan yang memahami prinsip standardisasi sejak dini,” katanya.
Baca juga:Magang Jadi Jalur Karier? Prodi Bisnis Digital UNM Uji Kesiapan Mahasiswa
Sejumlah ruang sinergi konkret turut dibahas, di antaranya Training of Trainers (ToT) untuk peningkatan kapasitas dosen, kuliah umum oleh pakar BSN, serta pengembangan skema magang bersertifikat yang terstruktur. Selain itu, terbuka pula peluang kerja sama pengembangan kurikulum, pendirian SNI Corner di lingkungan kampus, hingga kolaborasi kegiatan akademik dan profesional lainnya.
“Kunjungan ini menandai babak baru kemitraan strategis antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi. Sinergi antara BSN dan Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis diharapkan mampu menjadi model penguatan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja, sekaligus menyiapkan talenta unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional,” paparnya.










