Transformasi industri yang mengarah pada otomatisasi membuat sistem produksi semakin mengandalkan teknologi berbasis kontrol dan integrasi mesin. Perubahan ini membuat peran Automation & Control Engineer menjadi krusial karena profesi ini berada di balik sistem yang memastikan proses industri berjalan efisien, aman, dan konsisten. Mulai dari pabrik manufaktur hingga fasilitas energi, kebutuhan terhadap keahlian ini terus meningkat seiring kompleksitas sistem yang digunakan.
Tidak hanya perusahaan berskala besar, sektor industri menengah hingga fasilitas publik kini juga mulai mengadopsi sistem otomasi. Hal tersebut mendorong kebutuhan tenaga profesional yang mampu merancang, mengelola, dan memelihara sistem kontrol secara berkelanjutan.
Baca juga: Kisaran Gaji dan Jenjang Karir Supply Chain Analyst di Indonesia
Apa Itu Automation & Control Engineer?
Automation & Control Engineer adalah profesional yang bertanggung jawab merancang, mengimplementasikan, serta mengoptimalkan sistem otomasi dan kontrol pada berbagai proses industri. Peran ini mencakup pengaturan mesin, sensor, aktuator, serta sistem kontrol berbasis perangkat lunak maupun perangkat keras agar proses berjalan sesuai parameter yang ditetapkan.
Dalam praktiknya, seorang Automation & Control Engineer bekerja dengan sistem seperti Programmable Logic Controller, Distributed Control System, hingga Human Machine Interface. Menurut laporan International Society of Automation, penerapan sistem kontrol yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional industri hingga lebih dari 20 persen, sekaligus menurunkan risiko kesalahan manusia dalam proses produksi.
Keterampilan Wajib Seorang Automation & Control Engineer
Profesi ini membutuhkan beragam keterampilan untuk menunjang pekerjaannya. Berikut ini adalah keterampilan wajib yang harus dimiliki seorang Automation & Control Engineer.
1. Pemahaman Sistem Kontrol dan Otomasi
Penguasaan prinsip dasar sistem kontrol menjadi fondasi utama. Hal ini mencakup pemahaman loop kontrol, kontrol tertutup dan terbuka, serta stabilitas sistem. Tanpa dasar ini, perancangan otomasi berisiko tidak optimal.
2. Penguasaan PLC dan Sistem Kontrol Industri
Kemampuan memprogram dan mengkonfigurasi PLC (Programmable Logic Controller) merupakan keterampilan yang perlu dikuasai. PLC digunakan sebagai otak sistem otomasi untuk mengendalikan mesin dan proses produksi. Pemahaman berbagai platform PLC membantu adaptasi di berbagai lingkungan industri.
3. Pengetahuan Sensor dan Aktuator
Sistem otomasi sangat bergantung pada sensor dan aktuator sebagai penghubung antara mesin dan sistem kontrol. Seorang profesional perlu memahami karakteristik, kalibrasi, dan pemilihan komponen yang tepat. Kesalahan pada tahap ini dapat berdampak langsung pada akurasi sistem.
4. Kemampuan Membaca dan Membuat Diagram Teknik
Diagram kelistrikan dan kontrol menjadi bahasa utama dalam sistem otomasi. Kemampuan membaca serta menyusun diagram yang jelas mempermudah proses instalasi, perawatan, dan komunikasi antar tim teknis. Dokumentasi yang baik juga mempercepat proses troubleshooting.
5. Pemrograman dan Logika Sistem
Selain PLC, pemahaman logika pemrograman menjadi nilai tambah penting. Logika yang efisien membantu sistem berjalan stabil dan mudah dikembangkan. Dalam banyak kasus, logika yang baik juga mengurangi waktu henti produksi.
6. Analisis dan Pemecahan Masalah
Sistem otomasi tidak lepas dari gangguan teknis. Kemampuan menganalisis penyebab masalah secara sistematis sangat dibutuhkan. Keterampilan ini membantu memastikan proses produksi dapat kembali berjalan dengan cepat dan aman.
7. Pemahaman Keselamatan dan Standar Industri
Automation & Control Engineer wajib memahami standar keselamatan kerja dan regulasi teknis. Kepatuhan terhadap standar ini melindungi sistem, pekerja, serta keberlangsungan operasional industri. Aspek keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari desain sistem kontrol.
Asah Keterampilan Melalui Prodi Teknik Elektro di Nusa Mandiri
Untuk mendapatkan keterampilan yang cocok dengan Automation & Control Engineer, salah satu pendidikan formal yang dapat ditempuh adalah Prodi Teknik Elektro. Berikut ini adalah program yang dirancang untuk menunjang keterampilan untuk profesi tersebut.
- Dasar Elektronika dan Sistem Kelistrikan
Mahasiswa dibekali pemahaman elektronika dan kelistrikan sebagai fondasi sistem otomasi. Pengetahuan ini penting untuk memahami alur energi dan sinyal dalam sistem kontrol.
2. Praktikum Sistem Kontrol dan Otomasi
Pembelajaran berbasis praktikum memungkinkan mahasiswa memahami implementasi sistem kontrol secara langsung. Aktivitas ini melatih kemampuan analisis serta penerapan teori ke kondisi nyata.
3. Penguasaan PLC dan Instrumentasi
Mahasiswa diperkenalkan pada konsep PLC dan instrumentasi industri. Pengalaman ini menjadi bekal awal untuk memahami sistem otomasi yang digunakan di berbagai sektor industri.
4. Proyek dan Studi Kasus Industri
Pendekatan berbasis proyek membantu mahasiswa memahami tantangan teknis yang sering dihadapi Automation & Control Engineer di lapangan. Studi kasus melatih pemikiran sistematis dan pengambilan keputusan teknis.
5. Dukungan Laboratorium dan Dosen Berpengalaman
Fasilitas laboratorium dan dosen yang memiliki pengalaman industri mendukung proses pembelajaran yang relevan. Lingkungan ini membantu mahasiswa lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Profesi Automation & Control Engineer menawarkan peluang pengembangan kompetensi yang luas serta peran strategis di berbagai sektor industri. Melalui Program Studi Teknik Elektro di Universitas Nusa Mandiri, fondasi pengetahuan dan keterampilan teknis dapat dipersiapkan secara terarah agar selaras dengan kebutuhan industri otomasi dan kontrol yang terus berkembang.










