NusamandiriNews, Jakarta — Semangat kewirausahaan terus digaungkan di kalangan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Melalui kegiatan Sosialisasi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang digelar oleh Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) bersama Nusa Mandiri Startup Center (NSC) pada Jumat (6/3) secara daring, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar langsung dari pengalaman nyata penerima hibah P2MW.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah sharing session dari Raflie, mahasiswa penerima hibah P2MW 2025, yang membagikan perjalanan bisnisnya mulai dari tahap ide hingga berhasil memperoleh pendanaan untuk mengembangkan usahanya.
Baca juga:Sosialisasi PKM 2026, UNM Siapkan Mahasiswa Tembus Pendanaan Nasional
Kisah Mahasiswa UNM Lolos P2MW 2025
Dalam pemaparannya, Raflie menjelaskan bahwa setiap bisnis besar selalu berawal dari ide sederhana. Namun, menurutnya ide saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan riset pasar dan perencanaan bisnis yang matang.
Ia menceritakan bagaimana proses penyusunan proposal P2MW menuntut ketelitian dalam merancang model bisnis, menentukan target pasar, hingga menyusun strategi pengembangan usaha yang jelas.
“Awalnya kami hanya memiliki ide bisnis yang ingin dikembangkan. Namun setelah melalui proses riset, diskusi tim, dan pendampingan, ide tersebut dapat disusun menjadi proposal yang lebih terarah dan memiliki nilai bisnis,” ungkap Raflie di hadapan mahasiswa peserta sosialisasi.
Selain pentingnya ide bisnis, Raflie juga menekankan bahwa kerja sama tim yang solid menjadi faktor penting dalam menjalankan usaha sekaligus mengikuti program kewirausahaan seperti P2MW.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak ragu mencoba mengikuti program tersebut meskipun bisnis yang dimiliki masih dalam tahap awal.
“Jangan menunggu bisnisnya sempurna dulu baru ikut P2MW. Justru melalui program ini kita bisa belajar mengembangkan bisnis dengan lebih terarah,” jelasnya.
Kehadiran Raflie dalam kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa bahwa peluang memperoleh pendanaan usaha dari program P2MW terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki ide bisnis inovatif serta kemauan untuk belajar dan berkembang.
Sementara itu, Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menyampaikan bahwa pengalaman dari penerima hibah seperti Raflie diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mencoba mengikuti program kewirausahaan nasional tersebut.
Baca juga: P2MW 2026 Dibuka! UNM Gaspol Cetak Entrepreneur Muda Sejak Bangku Kuliah
“Melalui sharing pengalaman ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses perjalanan dari ide bisnis hingga akhirnya mendapatkan pendanaan. Kami berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Nusa Mandiri yang berani mengikuti P2MW dan mengembangkan ide bisnisnya,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (9/3).
Melalui kegiatan sosialisasi ini, tegasnya, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa.
“Dengan dukungan dan pendampingan dari NEC dan NSC, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide bisnis yang inovatif sekaligus memanfaatkan berbagai peluang program pembinaan kewirausahaan seperti P2MW 2026,” tutupnya.










