NusamandiriNews–Hari ini informasi bisa ditemukan hanya dalam hitungan detik. Cukup mengetik satu kata kunci di mesin pencari, ribuan artikel, video, dan referensi langsung muncul di layar. Kemudahan ini sering memunculkan satu pertanyaan: apakah perpustakaan masih relevan di era digital? Jawaban saya jelas: justru semakin relevan.
Internet memang memberikan kecepatan akses informasi, tetapi kecepatan tidak selalu sejalan dengan kualitas. Banyak informasi yang beredar di ruang digital tidak memiliki sumber yang jelas, tidak terverifikasi, bahkan dapat menyesatkan pembacanya. Dalam situasi seperti ini, kemampuan literasi informasi menjadi sangat penting.
Literasi informasi bukan hanya kemampuan mencari informasi, tetapi juga kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menilai apakah suatu informasi dapat dipercaya serta relevan dengan kebutuhan pengetahuan kita. Di sinilah perpustakaan memainkan peran strategis.
Baca juga:Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah
Internet Cepat
Perpustakaan menyediakan sumber informasi yang telah melalui proses seleksi dan pengelolaan secara sistematis. Buku, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi akademik yang tersedia umumnya berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Artinya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang valid.
Sebagai pustakawan di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, saya melihat perpustakaan tidak lagi sekadar ruang rak buku. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat akses pengetahuan yang mendukung ekosistem pembelajaran digital.
Layanan katalog daring, koleksi buku elektronik, hingga akses ke jurnal ilmiah internasional menjadi bagian dari adaptasi perpustakaan terhadap perkembangan teknologi. Transformasi ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak tertinggal oleh era digital justru menjadi bagian penting di dalamnya.
Dalam lingkungan akademik berbasis teknologi seperti di Universitas Nusa Mandiri, perpustakaan berperan mendukung pengembangan literasi informasi mahasiswa. Akses terhadap sumber pengetahuan yang berkualitas membantu mahasiswa memperluas wawasan, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menggunakan informasi secara tepat dalam kegiatan akademik maupun penelitian.
Baca juga:Ramadan Saatnya Kampus Kembali Membaca
Mahasiswa yang terbiasa menggunakan sumber yang kredibel akan memiliki kualitas analisis yang lebih kuat dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan informasi acak dari internet.
Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan terbesar bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kemampuan menyaringnya.
Karena itu, perpustakaan tetap menjadi pilar penting dalam menjaga kualitas pengetahuan dan memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus. Jangan hanya cepat mencari informasi di internet. Pastikan juga kualitasnya dan perpustakaan adalah tempat terbaik untuk memulainya.
Penulis: Dio Andre Nusa, Pustakawan Universitas Nusa Mandiri, Universitas Nusa Mandiri










