NusamandiriNews, Jakarta – Transformasi digital di sektor pendidikan semakin nyata pada 2026. Perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar teori, tetapi bertransformasi menjadi pusat pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya dalam menghadapi era Industri 5.0.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menegaskan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar lulusan tetap relevan di tengah perubahan industri yang bergerak cepat.
Baca juga: Gagal SNBP Bukan Akhir! Ini Cara Cerdas Tetap Kuliah dan Siap Kerja
UNM Dorong Pendidikan Digital
“Kampus harus bergerak lebih cepat dari perubahan industri. Jika tidak, lulusan akan tertinggal dan tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya, Kamis (9/4).
Menurut Bryan, pendekatan pembelajaran di perguruan tinggi saat ini harus semakin aplikatif, adaptif, dan berbasis teknologi agar mahasiswa memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri.
“Mahasiswa perlu dibiasakan dengan teknologi sejak dini, mulai dari penggunaan data, pemrograman, hingga pemahaman bisnis digital. Ini yang akan menjadi bekal utama mereka di masa depan,” tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus memperkuat transformasi pendidikan melalui penerapan sistem pembelajaran berbasis teknologi, kurikulum terintegrasi dengan kebutuhan industri, serta pengembangan ekosistem akademik yang menyeimbangkan kompetensi digital dan bisnis.
Seiring berkembangnya konsep Industri 5.0 yang menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi, dunia kerja kini membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta daya adaptasi tinggi.
Baca juga: AI Bantu Kuliah, Tapi Jangan Matikan Nalar Siapkah Kamu?
Bryan menambahkan, kolaborasi antara kampus dan industri menjadi elemen penting dalam memastikan lulusan siap menghadapi dunia kerja yang terus berubah.
“Kampus harus menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja. Melalui magang, proyek industri, hingga sertifikasi kompetensi, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman nyata sebelum lulus,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul, adaptif, dan siap bersaing di era transformasi digital global.
Transformasi pendidikan digital kini menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul untuk masa depan. Dengan dukungan institusi pendidikan yang adaptif, mahasiswa diharapkan mampu menjadi talenta profesional yang siap menjawab tantangan Industri 5.0.









