NusamandiriNews, Jakarta — Program Studi (prodi) Informatika Program Magister Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset teknologi mutakhir melalui pelaksanaan Seminar Proposal (Sempro) Tesis yang digelar secara daring pada Rabu (15/4).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mempresentasikan rencana penelitian sekaligus memperoleh masukan konstruktif dari para dosen pembimbing dan evaluator, guna memastikan kualitas dan relevansi riset sebelum memasuki tahap implementasi.
Baca juga:Jangan Takut Sempro! Ini Cara Mahasiswa Magister UNM Sukses Tembus Tesis
Sempro Tesis UNM 2026
Sejumlah topik strategis dan inovatif diangkat dalam seminar ini, mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam menjawab tantangan teknologi di era industri 5.0. Sesi dibuka oleh Ary Suryadi yang mengusung penelitian bertajuk “Integrasi ML-Scoring dan Explainable AI pada Hyperledger Fabric untuk Penentuan Bansos Akuntabel”. Riset ini mengombinasikan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan transparansi penyaluran bantuan sosial.
Selanjutnya, Nuryani Mawar Putri menghadirkan inovasi di sektor industri kreatif melalui penelitian “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Artificial Intelligence untuk Perencanaan Event pada Platform Buatevent.id”, yang bertujuan meningkatkan efisiensi manajemen acara berbasis AI.
Di bidang hukum, Rheno Septianto mengembangkan sistem tanya jawab cerdas berbasis teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG) dengan mekanisme adaptif, guna menghadirkan solusi konsultasi hukum yang lebih akurat dan responsif.
Sementara itu, isu blockchain dan cryptocurrency juga menjadi sorotan. Nurul Adi Prawira meneliti prediksi kegagalan transaksi Ethereum menggunakan pendekatan machine learning, sedangkan Nasir Hamzah mengembangkan metode deteksi transaksi Bitcoin ilegal berbasis semi-supervised learning. Ragil Yulianto menutup sesi dengan riset optimasi portofolio cryptocurrency berbasis pendekatan Adaptive Network Markowitz untuk menghasilkan strategi investasi yang lebih adaptif.
Seluruh penelitian ini dibimbing dan dievaluasi oleh para dosen ahli, di antaranya Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, Dr. Yan Rianto, dan Dr. Muhammad Haris, yang memberikan arahan strategis demi penyempurnaan metodologi dan kontribusi riset.
Menanggapi pelaksanaan seminar, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana menyampaikan apresiasi terhadap kualitas dan relevansi topik yang diangkat mahasiswa.
“Topik-topik yang diajukan mahasiswa tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan industri 5.0, mulai dari implementasi blockchain hingga AI generatif. Kami berharap masukan dari para evaluator dapat diintegrasikan dengan baik sehingga penelitian ini tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan teknologi di masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri terus memperkuat ekosistem riset yang adaptif, inovatif, dan berdampak. Seminar proposal tidak hanya menjadi tahapan akademik, tetapi juga ruang strategis dalam melahirkan solusi teknologi yang siap menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.









