NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan teknologi yang kian pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan. Memasuki tahun 2026, kebutuhan akan tenaga kerja dengan keterampilan digital tidak lagi terbatas pada sektor teknologi, tetapi telah merambah hampir seluruh bidang industri. Kondisi ini menjadikan skill digital sebagai faktor utama dalam menentukan keberhasilan karier di masa depan.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menilai bahwa perubahan ini harus disadari sejak dini oleh generasi muda. Menurutnya, dunia kerja telah bergeser dari sistem konvensional menuju ekosistem berbasis digital.
Baca juga: Masih Ragu Mulai Bisnis? Mahasiswa UNM Ini Sudah Tembus Final PIKMI 2026!
AI hingga Big Data Ubah Dunia Kerja
“Mahasiswa harus memahami bahwa dunia kerja sudah berubah secara fundamental. Skill digital seperti pengolahan data, pemrograman, hingga pemahaman bisnis digital bukan lagi nilai tambah, tetapi kebutuhan dasar,” ujarnya, Selasa (21/4).
Berbagai laporan global menunjukkan tren serupa. Profesi berbasis teknologi seperti data analyst, software developer, hingga digital marketer mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, banyak perusahaan kini lebih memprioritaskan kandidat yang memiliki keterampilan praktis dibandingkan sekadar gelar akademik.
Fenomena ini semakin diperkuat oleh meningkatnya adopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan automasi di berbagai sektor. Perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga yang adaptif terhadap perubahan yang terjadi dengan cepat.
Bryan Givan menegaskan bahwa kesiapan menghadapi era digital tidak cukup hanya dengan teori di kelas. Diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi mahasiswa.
“Pendidikan tinggi harus bertransformasi. Selain teori, mahasiswa perlu dibekali pengalaman praktis, sertifikasi, serta pemahaman langsung terhadap kebutuhan industri,” jelasnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM menerapkan konsep pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan perkembangan industri. Kampus ini menekankan pengembangan kompetensi digital melalui kurikulum berbasis teknologi, serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja sebelum lulus.
Data juga menunjukkan bahwa lulusan dengan keterampilan digital memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dalam waktu relatif singkat. Mereka juga memiliki fleksibilitas karier yang lebih luas, mulai dari bekerja secara remote, membangun startup, hingga menjadi freelancer di pasar global.
Namun demikian, Bryan menekankan bahwa penguasaan teknologi harus diimbangi dengan soft skill.
“Selain kemampuan digital, mahasiswa juga perlu memiliki pola pikir adaptif, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta komunikasi yang baik. Teknologi hanyalah alat, sedangkan manusia adalah penggeraknya,” tambahnya.
Di sisi lain, generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk mengembangkan skill digital. Akses informasi yang luas, platform pembelajaran online, serta ekosistem digital yang terus berkembang menjadi modal penting untuk meningkatkan kompetensi.
Baca juga: Data Scientist hingga AI Engineer, Ini Skill yang Harus Dipelajari Mahasiswa Sejak Kuliah
Meski begitu, tanpa arahan yang tepat, potensi tersebut tidak selalu dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, peran institusi pendidikan menjadi krusial dalam menyediakan lingkungan belajar yang mendukung dan terarah.
UNM hadir sebagai salah satu institusi yang berkomitmen menjawab tantangan tersebut. Dengan berbagai program studi seperti Sistem Informasi, Informatika, Sains Data, Manajemen, hingga Bisnis Digital, kampus ini mendorong mahasiswa untuk siap menghadapi kebutuhan industri digital sejak dini.
Pada akhirnya, skill digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama. Generasi muda yang mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dalam meraih kesuksesan karier di masa depan.









