NusamandiriNews, Jakarta–Perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian melesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu fondasi utama dari AI, yaitu machine learning, kini menjadi teknologi kunci yang digunakan di berbagai sektor mulai dari kesehatan, keuangan, hingga bisnis digital.
Machine learning memungkinkan sistem komputer belajar dari data tanpa harus diprogram secara eksplisit. Teknologi ini sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari, seperti rekomendasi produk di e-commerce, algoritma media sosial, hingga sistem deteksi penipuan di sektor perbankan.
Baca juga:AI hingga Big Data Ubah Dunia Kerja, Ini Skill yang Harus Dikuasai Mahasiswa 2026
Machine Learning Jadi Skill Wajib di Era AI
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menegaskan bahwa machine learning kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di dunia kerja.
“Machine learning bukan lagi teknologi masa depan, tetapi kebutuhan hari ini. Industri semakin bergantung pada sistem berbasis data dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi,” ujarnya, Rabu (22/4).
Secara global, kebutuhan tenaga kerja di bidang AI dan machine learning terus meningkat signifikan. Profesi seperti data scientist, machine learning engineer, hingga AI specialist menjadi beberapa peran dengan permintaan tertinggi, sekaligus menawarkan nilai ekonomi yang kompetitif.
Namun, masih banyak anggapan bahwa machine learning sulit dipelajari. Padahal, akses pembelajaran kini semakin terbuka, baik melalui pendidikan formal maupun platform digital. Dengan pendekatan yang tepat, bidang ini dapat dipahami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Untuk mulai mempelajari machine learning, terdapat beberapa fondasi utama yang perlu dikuasai, antara lain pemahaman data, kemampuan pemrograman seperti Python, serta dasar matematika dan statistik.
Bryan menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya secara langsung.
“Kunci pembelajaran ada pada praktik. Mahasiswa harus terlibat dalam proyek nyata agar memahami bagaimana machine learning digunakan untuk menyelesaikan masalah di dunia industri,” jelasnya.
Di Indonesia, adopsi machine learning terus berkembang pesat. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas layanan, memahami perilaku konsumen, hingga mengoptimalkan operasional bisnis. Hal ini membuka peluang besar bagi talenta muda yang memiliki kompetensi di bidang data dan AI.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM menghadirkan program studi yang relevan dengan perkembangan teknologi, seperti S1 Sains Data serta S2 dan S3 Informatika yang telah mengintegrasikan pembelajaran AI dan machine learning dalam kurikulumnya.
Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong untuk mengerjakan proyek berbasis data dan pengembangan model machine learning. Pendekatan ini dirancang agar lulusan memiliki pengalaman praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Baca juga:Data Scientist hingga AI Engineer, Ini Skill yang Harus Dipelajari Mahasiswa Sejak Kuliah
“Machine learning tidak hanya penting bagi programmer atau data scientist. Ke depan, hampir semua profesi akan bersinggungan dengan data dan AI. Memahami dasar machine learning akan menjadi nilai tambah besar di bidang apa pun,” tambah Bryan.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI, machine learning diprediksi menjadi salah satu keterampilan paling krusial di masa depan. Generasi muda yang mulai mempelajarinya sejak dini akan memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadapi dunia kerja yang semakin berbasis teknologi dan data.
Pada akhirnya, memahami machine learning bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan digital.









