Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Edukasi

Ini Passing Grade UI dan Daya Tampung 2026 untuk Program Studi dengan Persaingan Rendah

badge-check


					Ini Passing Grade UI dan Daya Tampung 2026 untuk Program Studi dengan Persaingan Rendah Perbesar

Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026 kembali menjadi sorotan bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia. Pada jalur SNBT, pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) telah dimulai pada bulan April. Salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang paling banyak diminati adalah Universitas Indonesia (UI), yang kembali mencatatkan jumlah pendaftar tertinggi pada SNBT 2025.

Tingginya minat terhadap UI membuat persaingan semakin ketat, sehingga informasi terkait passing grade UI dan daya tampung 2026 menjadi sangat penting untuk dipahami. Data ini membantu memperkirakan peluang masuk ke program studi tertentu, termasuk jurusan dengan tingkat kompetisi yang relatif lebih rendah. Pemahaman mengenai passing grade UI serta kuota daya tampung 2026 dapat menjadi acuan awal dalam menyusun strategi seleksi.

Memahami passing grade UI

Pada tahun sebelumnya, skor rata-rata tertinggi UTBK SNBT tercatat mencapai 814,29 yang berasal dari mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI. Angka tersebut menunjukkan tingginya standar masuk di beberapa program studi unggulan. Dari data ini, dapat diasumsikan bahwa passing grade UI pada tahun berjalan berpotensi tetap berada pada level yang cukup tinggi.

Namun perlu dipahami bahwa passing grade UI tidak pernah diumumkan secara resmi oleh pihak universitas. Artinya, seluruh angka yang beredar merupakan hasil estimasi berdasarkan data tahun sebelumnya. Oleh karena itu, perhitungan peluang hanya dapat dilakukan melalui analisis tren nilai dan tingkat persaingan.

Secara umum, untuk lolos SNBT di UI, skor UTBK berada pada kisaran 600 hingga 700 sudah dapat menjadi peluang di beberapa program studi tertentu. Sementara itu, program studi favorit biasanya membutuhkan skor yang jauh lebih tinggi, yakni sekitar 750 hingga 800. Meski demikian, pencapaian nilai di atas estimasi passing grade UI bukan jaminan kelulusan, karena sistem seleksi juga mempertimbangkan daya saing antar peserta.

Dalam konteks inilah passing grade UI dan daya tampung 2026 menjadi acuan penting untuk memahami dinamika seleksi, terutama dalam melihat seberapa ketat suatu program studi.

Baca juga: Strategi Mengerjakan Tes Literasi UTBK SNBT 2026 agar Tidak Kehabisan Waktu

Program Studi dengan Persaingan Rendah Berdasarkan daya tampung 2026 UI

Untuk memperkirakan peluang masuk, diperlukan analisis terhadap kapasitas penerimaan serta jumlah peminat. Data daya tampung 2026 melalui jalur SNBT di UI dapat dibandingkan dengan jumlah peminat tahun sebelumnya untuk mendapatkan gambaran rasio persaingan. Dengan pendekatan ini, program studi dengan tingkat kompetisi lebih rendah dapat diidentifikasi secara lebih objektif.

Perhitungan berikut menggunakan data daya tampung terbaru dan peminat tahun sebelumnya sebagai dasar estimasi.

Tabel Program Studi dengan Persaingan Paling Rendah (Peluang Diterima Tinggi)

Ranking Nama Program Studi Daya Tampung Peminat 2025 Rasio
1 Sastra Daerah untuk Sastra Jawa 24 146 1:6,08
2 Fisika 42 316 1:7,52
3 Biologi 41 372 1:9,07
4 Sastra Rusia 24 310 1:12,92
5 Arkeologi Indonesia 24 342 1:14,25
6 Ilmu Filsafat 24 363 1:15,13
7 Matematika 24 401 1:16,71
8 Geofisika 24 401 1:16,71
9 Kesehatan Lingkungan 20 343 1:17,15
10 Sastra Perancis 17 289 1:17,00
11 Sastra Jerman 17 441 1:25,94
12 Ilmu Ekonomi Islam 15 421 1:28,07
13 Teknik Biomedis 15 447 1:29,80
14 Gizi 20 645 1:32,25
15 Bisnis Islam 15 625 1:41,67

Dari data tersebut terlihat bahwa beberapa program studi memiliki rasio persaingan yang lebih rendah dibandingkan jurusan populer lain di UI. Berdasarkan data daya tampung 2026 menunjukkan bahwa jurusan seperti Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Fisika, dan Biologi dapat menjadi alternatif strategis bagi calon mahasiswa yang ingin meningkatkan peluang diterima di UI. Meskipun perlu diingat, tetap diperlukan skor UTBK yang kompetitif serta persiapan yang matang untuk bersaing secara optimal.

Alternatif Kampus dengan Program Studi Relevan Industri

Pilihan perguruan tinggi yang lebih realistis dan terarah dapat membantu dalam menentukan langkah pendidikan berikutnya. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang telah terakreditasi BAN-PT secara resmi.

UNM memiliki keunggulan pada relevansi program studi dengan kebutuhan industri modern. Program seperti Sistem Informasi, Informatika, Sains Data, Manajemen, dan Bisnis Digital dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja digital saat ini. Lulusan UNM juga memiliki bukti kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga mendukung kesiapan memasuki dunia profesional.

Dari sisi biaya, UNM menawarkan skema pendidikan yang lebih fleksibel dan terjangkau dengan sistem pembayaran yang dapat dilakukan secara online. Hal ini memberikan kemudahan tambahan bagi calon mahasiswa dalam mengatur perencanaan studi. 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melihat Passing Grade IPB dan Daya Tampung 2026, Mana Jurusan Termudah dan Terketat

23 April 2026 - 19:15 WIB

Passing Grade IPB 2026 dan Daya Tampung 2026

Strategi Mengerjakan Tes Literasi UTBK SNBT 2026 agar Tidak Kehabisan Waktu

23 April 2026 - 18:53 WIB

UTBK SNBT 2026

Mengenal Securities Counsel, Karir Hukum yang Menjanjikan dan Rentang Gajinya

2 April 2026 - 12:33 WIB

Securities Counsel

Kenali General Counsel dan Bagaimana Posisi Ini Membentuk Masa Depan Perusahaan

2 April 2026 - 12:26 WIB

General Counsel

Bagaimana Regulatory Counsel Membantu Menghadapi Regulasi

2 April 2026 - 12:15 WIB

regulatory counsel
Sedang Tren di Edukasi