NusamandiriNews, Jakarta — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pada 2026, kebutuhan tenaga ahli di bidang informatika terus meningkat. Kondisi ini mendorong banyak lulusan sarjana mempertimbangkan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Namun, muncul pertanyaan yang kerap menjadi perdebatan, apakah S2 Informatika masih relevan di era yang serba cepat ini?
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menilai bahwa pendidikan S2 tetap memiliki nilai strategis, terutama bagi mereka yang ingin memperdalam keahlian dan meningkatkan daya saing.
Baca juga:Wisudawan Terbaik S2 UNM IPK 3,96, Ini Strategi Jitu Kirso Taklukkan Kuliah & Kerja!
Lanjut S2 Informatika di 2026
“S2 bukan sekadar gelar, tetapi proses pendalaman ilmu dan pembentukan pola pikir yang lebih matang,” ujarnya, Selasa (28/4).
Di dunia kerja saat ini, banyak posisi strategis menuntut pemahaman mendalam, baik dari sisi teknologi maupun manajerial. Lulusan S2 dinilai memiliki keunggulan dalam mengisi peran tersebut karena dibekali kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang lebih kuat.
Selain itu, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, dan keamanan siber (cybersecurity) membutuhkan tenaga ahli dengan kompetensi spesifik. Pendidikan S2 menjadi salah satu jalur untuk mengasah kemampuan tersebut secara lebih terstruktur.
Bryan menegaskan bahwa keputusan melanjutkan S2 harus didasarkan pada tujuan karier yang jelas.
“Jika tujuannya kuat, S2 bisa menjadi investasi yang sangat berharga. Namun jika hanya ikut tren, manfaatnya tidak akan optimal,” jelasnya.
Di sisi lain, pengalaman kerja juga tetap menjadi faktor penting dalam dunia profesional. Namun, kombinasi antara pengalaman dan pendidikan lanjutan justru menjadi nilai tambah yang signifikan dalam menghadapi persaingan kerja.
“Di jenjang S2, pola pikir berkembang menjadi lebih strategis, analitis, dan berorientasi pada solusi,” tambah Bryan.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM menghadirkan Program S2 Informatika yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri di era transformasi digital. Di Kampus Jatiwaringin, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga penerapan teknologi dalam berbagai bidang secara praktis.
Baca juga:IPK 4.00 & Tetap Bekerja, Damayanti Buktikan Bisa Jadi Wisudawan Terbaik UNM!
Program ini juga mendorong mahasiswa untuk melakukan riset dan pengembangan, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan berdampak nyata. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang tidak hanya mendalam, tetapi juga aplikatif.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Pada akhirnya, melanjutkan S2 Informatika bukanlah keharusan bagi semua orang. Namun, bagi mereka yang ingin meningkatkan kompetensi dan membuka peluang karier yang lebih luas, langkah ini dapat menjadi investasi strategis untuk masa depan.









