NusamandiriNews, Jakarta — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh Program Studi (prodi) Informatika Program Magister Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM). Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis teknologi dan inovasi di tengah derasnya transformasi digital.
Di era ketika teknologi berkembang lebih cepat daripada kesiapan sumber daya manusia, pendidikan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan bergelar, tetapi juga talenta digital yang relevan dengan kebutuhan industri. Menjawab tantangan tersebut, Program Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif melalui metode kuliah hybrid, didukung dosen-dosen praktisi, serta penguatan penelitian berbasis hibah.
Baca juga: Benchmarking Kampus Makin Serius, Magister Informatika UNM Perkuat Kolaborasi Akademik Nasional
Magister Informatika UNM Cetak Talenta Digital
Tak hanya itu, Program Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri juga telah terakreditasi Unggul, menjadi bukti kualitas akademik dan tata kelola pendidikan yang kompetitif di tingkat nasional. Lokasi kampus yang strategis turut memberikan kemudahan akses bagi mahasiswa dan profesional yang ingin melanjutkan studi tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan.
Ketua prodi Informatika Program Magister Universitas Nusa Mandiri, Prof. Ris. Dr. Agus Subekti, MT, mengatakan bahwa Hardiknas harus menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis teknologi.
“Pendidikan tinggi, khususnya di bidang informatika, memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi yang mampu berinovasi dan berkontribusi dalam transformasi digital. Kami di Program Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan industri,” ujarnya dalam keterangan rilis, Jumat (8/5).
Menurutnya, penguatan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dan berkelanjutan. Karena itu, berbagai program unggulan terus dikembangkan, mulai dari peningkatan publikasi ilmiah internasional, riset berbasis Artificial Intelligence (AI), data science, hingga pengembangan solusi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Transformasi digital tidak bisa dihadapi dengan pola pendidikan lama. Kampus harus mampu bergerak cepat, fleksibel, dan dekat dengan kebutuhan industri. Karena itu, kami terus memperkuat riset terapan dan kolaborasi nyata,” tambahnya.
Melalui semangat Hari Pendidikan Nasional, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis optimis dapat terus melahirkan generasi profesional yang inovatif, adaptif, berintegritas, dan siap bersaing secara global di era digital.









