NusamandiriNews, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, Internet of Things (IoT), dan transformasi digital yang mengubah lanskap industri global, kebutuhan terhadap talenta yang mampu menggabungkan kemampuan teknologi dan bisnis semakin tinggi. Kondisi ini menjadikan technopreneur atau pengusaha berbasis teknologi sebagai salah satu profesi yang paling dibutuhkan sekaligus menjanjikan di era ekonomi digital.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan mata kuliah Technopreneurship pada Program Studi Informatika Program Magister Fakultas Teknologi Informasi. Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan membangun bisnis berbasis inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Baca juga:AI Makin Canggih, Siapkah SDM Indonesia? UNM Akan Gelar Open House Magister Informatika
Magister Informatika UNM Cetak Technopreneur
Melalui pembelajaran Technopreneurship, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis pengembangan teknologi, tetapi juga dibekali keterampilan mengidentifikasi peluang bisnis digital, menyusun model bisnis, melakukan analisis pasar, membangun strategi pemasaran, hingga mengelola pertumbuhan perusahaan berbasis teknologi.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai studi kelayakan bisnis, analisis persaingan industri, pengelolaan keuangan startup, pembentukan tim yang efektif, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Seluruh kompetensi tersebut menjadi fondasi penting bagi mahasiswa yang ingin mendirikan startup maupun mengembangkan usaha berbasis teknologi digital.
Ketua Program Studi Informatika Program Magister Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Prof Ris Dr Agus Subekti, menegaskan bahwa kemampuan technopreneurship kini menjadi kompetensi strategis yang wajib dimiliki lulusan perguruan tinggi.
“Perkembangan teknologi telah membuka peluang yang sangat besar bagi generasi muda untuk menjadi pencipta solusi sekaligus pencipta lapangan kerja. Melalui pembelajaran Technopreneurship, mahasiswa tidak hanya belajar mengembangkan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana mengubah inovasi menjadi produk, layanan, maupun startup yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat,” terangnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Selasa (9/8).
Menurutnya, paradigma dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Lulusan tidak lagi hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang kerja melalui inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi.
“Masa depan ekonomi digital membutuhkan lebih banyak founder startup, inovator, dan technopreneur yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Karena itu, kami mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir inovatif dan berani membangun bisnis berbasis teknologi sejak dini,” tambahnya.
Baca juga: Jangan Asal Pilih Topik Tesis! Magister Informatika Kini Dituntut Ciptakan Riset Berdampak
Dengan bekal kompetensi tersebut, imbuhnya, lulusan Magister Informatika UNM memiliki peluang karier yang luas, mulai dari Startup Founder, Technopreneur, Product Manager, Innovation Manager, Digital Business Consultant, hingga berbagai profesi strategis di sektor teknologi dan ekonomi digital.
“Melalui kurikulum yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan kewirausahaan, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, membangun startup, serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di tingkat nasional maupun global,” paparnya.










