NusamandiriNews, Jakarta — Kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi fokus yang diusung mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) bertajuk EcoWorth. Program ini hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Program EcoWorth menyasar anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, sebagai mitra pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengedukasi warga mengenai pemanfaatan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran menjadi eco enzyme, cairan multifungsi ramah lingkungan yang memiliki berbagai manfaat serta peluang pengembangan produk bernilai jual.
Baca juga:Limbah Kayu Jadi Cuan! Startup Mahasiswa UNM Lolos Pendanaan P2MW 2026
Mahasiswa UNM Sulap Limbah Dapur Jadi Cuan
Tim EcoWorth diketuai oleh Nazwa Syifa Fitriani dengan anggota Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya dari Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri.
Ketua Tim PKM-PM EcoWorth, Nazwa Syifa Fitriani, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya volume limbah organik rumah tangga yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap limbah organik sebagai sampah yang tidak bernilai. Padahal, jika diolah dengan tepat, limbah tersebut dapat menjadi eco enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi. Melalui EcoWorth, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah menjadi sumber daya yang produktif,” ujarnya.
Menurut Nazwa, anggota PKK dipilih sebagai mitra karena memiliki peran strategis dalam pengelolaan rumah tangga dan berpotensi menjadi penggerak perubahan perilaku lingkungan di masyarakat.
“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi lingkungan sekitar untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik. Selain menjaga lingkungan, kegiatan ini juga berpotensi membuka peluang usaha berbasis rumah tangga yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen pendamping PKM-PM EcoWorth, Johan Hendri Prasetyo, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan inovasi mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menguasai teori di kelas, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. EcoWorth menjadi contoh bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi warga,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Senin (22/6).
Pada kesempatan ini, Ketua PKK RW 012 Cipinang Melayu, Ive Sulistia Nenden, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Nusa Mandiri yang menghadirkan edukasi berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru kepada warga tentang cara mengelola limbah organik dengan lebih bijak. Kami melihat potensi besar dari eco enzyme, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat menambah nilai ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Baca juga:Startup Mahasiswa UNM Tembus Pendanaan Nasional, Artholic Studio Sulap Limbah Jadi Bisnis Cuan
Sebagai Kampus Digital Bisnis, kata Johan, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswanya untuk menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui program EcoWorth, mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membantu membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.
“Program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik yang selama ini belum dimaksimalkan. Sejalan dengan semangat ‘Ubah Mimpi Jadi Prestasi’, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan inovasi dan solusi nyata untuk masyarakat melalui karya dan pengabdian mahasiswa,” paparnya.










