NusamandiriNews, Jakarta – Komitmen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mencetak talenta digital berdaya saing kembali membuahkan hasil. Melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1 yakni 3 tahun kuliah dan 1 tahun magang, mahasiswa Program Studi Sains Data mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam proyek riset nasional di Pusat Riset Sains Data dan Informasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tiga mahasiswa semester 6 Program Studi Sains Data UNM, yakni Kasa Inti Josia Tambunan, Nouval Ghoonimu Tsawab, dan Siti Zainab, berkolaborasi dengan peneliti BRIN sekaligus Ketua Kelompok Riset Rekayasa Pengetahuan dan Data, Dr. Foni Agus Setiawan, dalam mengembangkan LinguaBatas, chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk mendukung pelestarian bahasa daerah di wilayah perbatasan Kalimantan.
Baca juga:Mahasiswi UNM Tembus Magang BRIN, Bukti Sains Data Siap Riset Nasional, Yuk Ikuti Jejaknya!
Mahasiswa UNM Magang di BRIN
Proyek ini menjadi salah satu implementasi nyata pembelajaran berbasis industri dan riset yang diterapkan Universitas Nusa Mandiri. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja profesional, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang memiliki dampak sosial dan budaya.
Kasa Inti Josia Tambunan menjelaskan bahwa LinguaBatas hadir sebagai solusi digital untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mempelajari dan mengenal bahasa daerah yang mulai tergerus perkembangan zaman.
“Chatbot ini kami bangun menggunakan pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang dipadukan dengan berbagai sumber data seperti kamus digital, contoh percakapan, artikel ilmiah, dan pencarian internet. Dengan pendekatan tersebut, informasi yang diberikan menjadi lebih akurat, relevan, dan mudah dipahami oleh pengguna,” jelasnya.
Menurut Kasa, keterlibatan dalam proyek riset BRIN memberikan pengalaman yang jauh lebih luas dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.
“Kami tidak hanya belajar mengembangkan teknologi AI, tetapi juga memahami proses penelitian, pengelolaan data, hingga penyusunan publikasi ilmiah yang akan dipublikasikan pada prosiding atau jurnal internasional. Pengalaman ini sangat berharga untuk pengembangan kompetensi kami sebagai calon data scientist,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menilai keterlibatan mahasiswa dalam proyek strategis bersama BRIN menjadi bukti bahwa mahasiswa UNM mampu bersaing dan berkontribusi dalam ekosistem riset nasional.
“Melalui Internship Experience Program (IEP), mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dengan terlibat langsung dalam proyek penelitian berbasis big data dan kecerdasan buatan. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk membangun portofolio, memperluas jejaring profesional, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (22/6).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan BRIN juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam kompetensi di bidang big data, Artificial Intelligence (AI), dan Natural Language Processing (NLP) yang saat ini menjadi kebutuhan utama industri digital.
“Mahasiswa Sains Data Universitas Nusa Mandiri didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi inovator yang mampu menghasilkan solusi berbasis data bagi masyarakat. Keterlibatan dalam proyek riset nasional seperti ini membentuk pola pikir kritis, kemampuan kolaboratif, dan keterampilan teknis yang sangat dibutuhkan di era digital,” tuturnya.
Baca juga:Mahasiswa Sains Data UNM Tembus Grand Final IEEE YESIST12 2026 Lewat Aplikasi AI iMosque
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam proyek LinguaBatas sekaligus menunjukkan bagaimana Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengalaman industri dalam satu ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Melalui IEP 3 +1 dan berbagai kolaborasi strategis dengan lembaga nasional seperti BRIN, Universitas Nusa Mandiri terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi, portofolio, serta pengalaman profesional sejak di bangku kuliah. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi inovator yang mampu menghadirkan solusi digital bagi masyarakat,” tutupnya.










