NusamandiriNews, Jakarta – Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kompetensi, pengalaman organisasi, hingga kemampuan berinovasi. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui program NICE (Ngobrol Asik Campus Life) bertema “Rahasia Mahasiswa Manajemen: Kuliah Aktif, Prestasi Maksimal”.
Kegiatan yang akan diselenggarakan pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 15.00–17.00 WIB ini akan disiarkan secara langsung melalui akun TikTok @unm.jatiwaringin dan menghadirkan dua mahasiswa berprestasi Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri.
Baca juga:Anak IT Bisa Magang di Kementerian Sejak Kuliah? NICE 2026 UNM Bongkar Rahasianya!
Manajemen UNM Bongkar Rahasia Lolos PKM dan P2MW 2026
Mereka adalah Gendis Aulia Z, mahasiswa yang berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha Indonesia (P2MW/PKMI) 2026, serta Keysha Meyuna, mahasiswa yang sukses meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.
Melalui sesi berbagi pengalaman, keduanya akan mengungkap strategi membagi waktu antara kuliah dan organisasi, membangun ide kreatif, memperluas jaringan, hingga tips meraih prestasi di tingkat nasional.
Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, Instianti Elyana, mengatakan bahwa kegiatan NICE merupakan salah satu bentuk komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga aktif mengembangkan potensi diri.
“Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendorong mahasiswa menjadi individu yang aktif, kreatif, dan berprestasi. Prestasi yang diraih oleh Gendis dan Keysha membuktikan bahwa mahasiswa Manajemen mampu bersaing dan menghasilkan karya yang berdampak. Kami ingin menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterma, pada Selasa (23/6).
Menurutnya, di era transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat, mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, serta jiwa kewirausahaan yang kuat.
“Mahasiswa Manajemen saat ini harus mampu menjadi problem solver, inovator, dan pencipta peluang. Dunia kerja membutuhkan talenta yang adaptif terhadap perubahan, mampu berkolaborasi, serta memiliki entrepreneurial mindset yang kuat. Karena itu, kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi, organisasi, dan berbagai program pengembangan diri,” tambahnya.
Sementara itu, Gendis Aulia Z mengungkapkan bahwa keberhasilannya lolos Program P2MW tidak lepas dari keberanian untuk mencoba dan konsisten mengembangkan ide bisnis sejak awal kuliah.
“Saya belajar bahwa prestasi tidak datang secara instan. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, kemauan belajar, dan kemampuan memanfaatkan setiap peluang yang diberikan kampus. Program-program di Universitas Nusa Mandiri sangat membantu mahasiswa untuk berkembang dan berani menunjukkan potensi terbaiknya,” katanya.
Hal senada disampaikan Keysha Meyuna, yang berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.
“Aktif di luar kelas justru membuat saya lebih banyak belajar. Dari kompetisi dan organisasi, saya mendapatkan pengalaman berharga dalam bekerja sama, berpikir kreatif, dan menyelesaikan masalah. Itu menjadi bekal penting untuk meraih prestasi,” ungkapnya.
Baca juga:NICE 2026 UNM Ajak Siswa Intip Rahasia Sukses Anak Manajemen dari Kampus ke Dunia Kerja
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, baik melalui akademik, kewirausahaan, penelitian, maupun kegiatan kemahasiswaan. Melalui program NICE, UNM ingin menunjukkan bahwa kesuksesan mahasiswa tidak hanya diukur dari IPK, tetapi juga dari kemampuan membangun karakter, jejaring, kreativitas, dan prestasi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan diri serta memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum membangun masa depan yang lebih kompetitif.
“Kuliah Aktif, Prestasi Maksimal bukan sekadar slogan, tetapi budaya yang terus kami bangun untuk melahirkan generasi pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global,” tutup Elyana.










