NusamandiriNews, Depok – Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) mendorong perguruan tinggi untuk terus memperbarui kompetensi mahasiswanya agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menggelar Workshop on Generative AI and Large Language Models Using Ollama for Business di UNM Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok, pada Selasa (23/6).
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Foni Agus Setiawan, Ketua Kelompok Riset Rekayasa Pengetahuan dan Data, Pusat Riset Sains Data dan Informasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber. Workshop dipandu oleh Syarah Seimahuira, Digital Marketing Specialist sekaligus dosen Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sains Data.
Baca juga:Mahasiswa UNM Magang di BRIN, Kembangkan Chatbot AI Pelestari Bahasa Daerah
Mahasiswa UNM Belajar AI Langsung dari BRIN
Workshop membahas berbagai perkembangan terkini di bidang Generative AI dan Large Language Models (LLM), mulai dari konsep dasar, mekanisme kerja model AI modern, teknik fine-tuning, Retrieval-Augmented Generation (RAG), hingga praktik menjalankan model AI secara lokal menggunakan Ollama untuk mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Dalam pemaparannya, Dr. Foni Agus Setiawan menjelaskan bahwa Generative AI telah menjadi teknologi strategis yang mengubah cara organisasi memanfaatkan data untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas pengambilan keputusan.
“Large Language Models merupakan sistem kecerdasan buatan yang mampu memahami konteks, memproses informasi, dan menghasilkan respons menyerupai manusia. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendukung layanan pelanggan, analisis data, pengembangan perangkat lunak, hingga membantu proses pengambilan keputusan di berbagai sektor industri,” jelasnya.
Ia juga memperagakan penggunaan Ollama, platform yang memungkinkan model AI dijalankan secara lokal sehingga organisasi dapat membangun solusi berbasis AI dengan lebih fleksibel, aman, dan sesuai kebutuhan operasional.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Dini Fitriyah Herti, mahasiswa semester empat Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan pada proyek Memorion+, sebuah visual novel game interaktif sebagai media psikoedukasi dan penguatan identitas bagi anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.
“Selama ini saya mengenal AI sebatas sebagai chatbot. Setelah mengikuti workshop ini, saya semakin tertarik mempelajari Large Language Models dan ingin mengimplementasikannya pada pengembangan Memorion+ agar memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan adaptif bagi penggunanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, mengatakan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang mendukung implementasi Internship Experience Program (IEP) 3+1, program unggulan Universitas Nusa Mandiri yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman industri.
“Workshop ini memberikan wawasan yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori AI, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi tersebut dalam riset maupun penyelesaian persoalan nyata di dunia industri. Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mencetak talenta digital yang adaptif dan inovatif,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (26/6).
Ia menjelaskan bahwa melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1, mahasiswa menjalani pembelajaran selama tiga tahun di kampus dan satu tahun di industri, instansi pemerintah, maupun lembaga riset.
“Saat ini mahasiswa semester enam Program Studi Sains Data tengah menjalani program magang di Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN. Mereka terlibat langsung dalam proyek big data bahasa perbatasan sehingga memperoleh pengalaman riset berskala nasional yang memperkuat kompetensi teknis, kemampuan analisis data, serta kesiapan menghadapi kebutuhan industri,” tambahnya.
Menurut Tati, kolaborasi antara Universitas Nusa Mandiri dan BRIN menjadi langkah strategis dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui keterlibatan langsung bersama para peneliti dan praktisi.
Baca juga:Mahasiswa Sains Data UNM Tembus Grand Final IEEE YESIST12 2026 Lewat Aplikasi AI iMosque
“Kami berharap sinergi dengan BRIN terus berkembang sehingga mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas, memperkuat kompetensi di bidang Artificial Intelligence dan Data Science, serta mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri,” tandasnya.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang selaras dengan perkembangan teknologi global. Berbagai kolaborasi dengan dunia industri dan lembaga riset terus diperkuat untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi unggul di bidang Artificial Intelligence, Data Science, dan teknologi digital, sehingga siap berkontribusi dalam mendukung transformasi digital Indonesia maupun di tingkat internasional.










