
NusamandiriNews, Bogor – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak talenta digital yang inovatif melalui Bootcamp Digital Bisnis 2026 yang berlangsung pada 8–9 Juli 2026 di Hotel Asyana Sentul, Bogor. Mengusung tema “Creating Impactful Digital Startups: Dari Problem Solving Menuju Solusi Bernilai”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan membangun startup digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada hari kedua bootcamp, peserta mendapatkan materi dari Bey Arief Budiman, AVP Product and Partnership Jatis Mobile sekaligus Ketua Harian Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI), yang membawakan topik “Lanskap Startup Indonesia 2025: Dari Tech Winter ke Smart Growth.”
Mahasiswa UNM Dibekali Strategi Hadapi Era Smart Growth
Dalam paparannya, Bey menjelaskan bahwa ekosistem startup Indonesia kini memasuki fase pertumbuhan yang lebih sehat. Menurutnya, startup masa kini tidak lagi berorientasi semata pada pertumbuhan agresif dan valuasi tinggi, tetapi lebih mengutamakan keberlanjutan bisnis, efisiensi operasional, serta kemampuan menciptakan solusi yang memberikan nilai nyata bagi pengguna.
“Investor kini lebih selektif. Mereka mencari startup yang memiliki model bisnis yang jelas, tata kelola yang baik, potensi keuntungan jangka panjang, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelas Bey.
Ia juga mengulas sejumlah sektor yang diprediksi akan menjadi motor pertumbuhan startup nasional, di antaranya financial technology (fintech), healthtech, edutech, Artificial Intelligence (AI), hingga berbagai solusi digital yang mendukung produktivitas dan pembangunan berkelanjutan.
Sesi yang dimoderatori oleh Susafa’ati berlangsung dinamis. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai strategi membangun startup, peluang pendanaan, validasi pasar, hingga tantangan yang dihadapi founder di tengah perubahan iklim industri digital.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari identifikasi permasalahan, penyusunan solusi berbasis teknologi, pengembangan model bisnis, hingga presentasi ide startup di hadapan praktisi industri. Pendekatan problem solving menjadi fondasi utama agar mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki potensi bisnis yang kuat.
Ketua Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, menilai Bootcamp Digital Bisnis menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa yang siap menghadapi tantangan industri digital.
“Sebagai Universitas Nusa Mandiri, Kampus Digital Bisnis, kami ingin mahasiswa Informatika tidak hanya menjadi pengembang teknologi yang andal, tetapi juga mampu melihat peluang, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengubah inovasi menjadi solusi yang bernilai. Bootcamp ini membekali mereka dengan pola pikir kewirausahaan digital yang sangat dibutuhkan di era transformasi teknologi saat ini,” paparnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (10/7).
Ia menambahkan bahwa perkembangan Artificial Intelligence dan teknologi digital membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk menjadi pencipta inovasi, bukan sekadar pengguna teknologi.
“Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk membangun startup yang mampu menyelesaikan persoalan nyata. Kompetensi teknis harus dipadukan dengan kemampuan berpikir strategis, kolaboratif, dan memahami kebutuhan pasar. Inilah bekal yang akan membuat lulusan Informatika UNM lebih kompetitif di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Menurut Arfhan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi industri dalam kegiatan seperti Bootcamp Digital Bisnis menjadi langkah strategis untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
Baca juga:Startup AI Mahasiswa UNM Unjuk Gigi, CampusThrift Juara Bootcamp Digital Bisnis 2026
Melalui penyelenggaraan Bootcamp Digital Bisnis 2026, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat perannya dalam melahirkan generasi digital entrepreneur yang inovatif, adaptif, dan siap membangun startup berkelanjutan.
“Sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” UNM berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia,” tutupnya.








