
NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNM dalam Workshop Penguatan Kapasitas Bidang Investigasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III.
Kegiatan berlangsung di Politeknik Sahid Jakarta pada Selasa (30/6) dengan mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Penanganan Kekerasan melalui Investigasi yang Profesional, Berperspektif Korban, dan Berbasis Regulasi.” Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas perguruan tinggi dalam menangani kasus kekerasan secara profesional, berkeadilan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca juga:UNM Siap Kawal MOKA 2025 dengan Satgas PPK untuk Cegah Kekerasan
Universitas Nusa Mandiri Ikuti Workshop Investigasi Kekerasan LLDIKTI III
Workshop menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis, yakni Kompol Tuti Timor Purwanti dari Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri serta Kartiko Nurin Tias dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). Keduanya membahas perspektif penegakan hukum, mekanisme investigasi yang berorientasi pada perlindungan korban, serta penguatan kerangka hukum dalam penanganan kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Keikutsertaan UNM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas Satgas PPKPT dalam menjalankan tugas pencegahan, pendampingan, hingga penanganan kasus secara profesional dan akuntabel. Selain meningkatkan kompetensi tim, workshop juga menjadi wadah memperluas jejaring kolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah III, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan kampus yang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Koordinator Kemahasiswaan Universitas Nusa Mandiri, Taopik Hidayat, menegaskan bahwa terciptanya lingkungan kampus yang aman merupakan fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan potensi mahasiswa. Menurutnya, penguatan kapasitas Satgas PPKPT merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap sivitas akademika mendapatkan perlindungan yang optimal sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap mekanisme penanganan kasus di lingkungan perguruan tinggi.
“Sebagai Universitas Nusa Mandiri yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami tidak hanya berfokus mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memastikan seluruh mahasiswa belajar di lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” paparnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (1/7).
Ia menyatakan keikutsertaan Satgas PPKPT dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya kami memperkuat sistem pencegahan, meningkatkan kompetensi penanganan kasus secara profesional, serta membangun budaya saling menghormati dan melindungi di lingkungan kampus. Kami ingin setiap mahasiswa merasa aman untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensinya tanpa rasa khawatir.
Sebagai tindak lanjut dari workshop tersebut, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis akan memperkuat implementasi kebijakan PPKPT melalui sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan kasus yang berperspektif korban, meningkatkan kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, mengintensifkan edukasi serta kampanye pencegahan kekerasan secara berkala kepada sivitas akademika, menyediakan sarana dan sistem pendukung keamanan kampus yang memadai, serta mengintegrasikan materi pencegahan kekerasan ke dalam berbagai kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.
Baca juga:UNM Perkuat Branding Kampus Digital Bisnis di Rakor Humas LLDIKTI III 2026
“Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen UNM dalam membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi nilai keselamatan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, kesetaraan, dan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika. Melalui penguatan kapasitas Satgas PPKPT, UNM berharap mampu menghadirkan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang semakin efektif, profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan korban,” jelasnya.
Sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Dengan demikian, mahasiswa dapat berkembang secara optimal, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, dan kompetensi profesional untuk menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.








