Magister Informatika UNM Bekali Mahasiswa Kuasai Blockchain dan Web3

NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi era transformasi teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Pemanfaatan Infura sebagai Blockchain Gateway pada Sistem Smart Metering Cerdas yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (14/7).

Workshop yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika Program Magister Universitas Nusa Mandiri ini diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan kompetensi di bidang Blockchain, Internet of Things (IoT), Web3, serta pengembangan sistem cerdas yang kini menjadi kebutuhan di berbagai sektor industri.

Baca juga:Mahasiswa Magister Informatika UNM Ciptakan Website Wakaf Blockchain, Bukti Kampus Digital Bisnis Lahirkan Inovator Teknologi

Magister Informatika UNM Bekali Mahasiswa Kuasai Blockchain dan Web3

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Program Studi Informatika Program Magister Universitas Nusa Mandiri, Dr. Eni Heni Hermaliani, yang menegaskan bahwa perkembangan teknologi blockchain kini tidak lagi terbatas pada sektor keuangan, tetapi telah diadopsi pada berbagai bidang strategis, termasuk sistem monitoring energi cerdas (smart metering).

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan pengalaman praktik agar mampu mengembangkan inovasi berbasis teknologi mutakhir yang relevan dengan kebutuhan industri maupun penelitian.

“Blockchain telah berkembang menjadi teknologi yang mendukung berbagai sektor, mulai dari layanan publik hingga smart energy. Karena itu, mahasiswa magister perlu memiliki pemahaman konseptual sekaligus kemampuan implementasi agar mampu menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Workshop menghadirkan Maya Rahayu, S.Pd., M.T., Ph.D., dosen dari Department of Electrical Electronic Engineering, Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), sebagai narasumber utama. Ia membahas konsep dasar blockchain, pemanfaatan platform Infura sebagai blockchain gateway, hingga implementasi teknologi blockchain pada sistem smart metering.

Materi disampaikan melalui kombinasi teori, demonstrasi, praktik langsung (hands-on), dan diskusi interaktif sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses implementasi blockchain.

Pada sesi praktik, mahasiswa melakukan simulasi pembangunan sistem smart metering berbasis blockchain menggunakan jaringan Ethereum Sepolia melalui layanan Infura. Peserta mempelajari konfigurasi lingkungan pengembangan, pembuatan wallet blockchain, deployment smart contract, integrasi backend dan frontend, penggunaan MetaMask, hingga mekanisme audit data menggunakan hash yang tersimpan pada blockchain.

Tak hanya itu, peserta juga melakukan simulasi tampering detection untuk memahami bagaimana blockchain mampu menjaga integritas data secara transparan, aman, dan mudah diaudit. Antusiasme mahasiswa terlihat selama sesi diskusi yang membahas peluang penerapan blockchain pada pengembangan Internet of Things (IoT), Smart Energy, Smart City, hingga potensi riset yang dapat dikembangkan sebagai tesis dan penelitian lanjutan.

Ketua Program Studi Informatika Program Magister Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Agus Subekti, mengatakan bahwa workshop ini merupakan bagian dari strategi program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi global sekaligus memperkuat budaya riset terapan di kalangan mahasiswa.

“Sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. Workshop ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dalam memanfaatkan blockchain dan Web3, tetapi juga mendorong mereka menghasilkan inovasi serta penelitian yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Kami ingin lulusan Magister Informatika UNM menjadi inovator yang mampu memimpin transformasi digital melalui riset dan implementasi teknologi yang berdampak,” paparnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Rabu (15/7).

Ia menambahkan bahwa blockchain merupakan salah satu teknologi strategis yang akan memainkan peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari energi, kesehatan, logistik, pemerintahan, hingga layanan keuangan digital. Oleh karena itu, penguasaan teknologi tersebut menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan magister di era ekonomi digital.

Baca juga:EcoSync Bikin Bangga! Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Raih Juara Nasional Lewat Inovasi Blockchain Pengelolaan Limbah

“Melalui workshop ini, Program Studi Informatika Program Magister Universitas Nusa Mandiri berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat serta mampu mengembangkan solusi inovatif berbasis blockchain yang memberikan manfaat nyata bagi dunia industri maupun masyarakat,” tandasnya.

Sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus menghadirkan ekosistem pembelajaran berbasis riset, inovasi, dan teknologi mutakhir guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, serta berdaya saing global di era transformasi digital.