Alumni UNM Kini Jaga Keamanan Siber Mabes TNI

NusamandiriNews, Jakarta – Kegagalan bukan akhir dari sebuah perjuangan. Pesan itu tergambar jelas dari perjalanan Letnan Dua (Letda) Alwi Al Hadad, alumni Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, yang kini mengemban tugas sebagai Paunit Satlinta (Satuan Perlindungan Data) Satuan Siber Mabes TNI.

Di balik seragam dinas yang dikenakannya hari ini, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, ketekunan, dan keyakinan untuk tidak menyerah. Mimpi menjadi prajurit TNI telah tumbuh sejak kecil. Namun, jalan menuju cita-cita tersebut tidaklah mudah. Alwi harus menerima kenyataan pahit karena gagal lolos seleksi TNI hingga tiga kali berturut-turut.

Baca juga:Dari “Kupu-Kupu” ke Siber, Alwi UNM Bongkar Kunci Sukses di Era Digital

Alumni UNM Kini Jaga Keamanan Siber Mabes TNI

Berbagai persyaratan telah ia penuhi, mulai dari menjalani operasi mata hingga memasang behel demi memenuhi standar kesehatan dan fisik. Namun hasil yang diharapkan belum juga datang.

“Kami sekeluarga sempat benar-benar merasa putus asa. Biaya operasi mata tidak sedikit, tetapi ternyata saat itu memang belum menjadi rezeki saya. Meski begitu, orang tua terus menguatkan agar saya tidak berhenti berjuang,” kenang Alwi.

Alih-alih menyerah, ia memilih melanjutkan pendidikan di Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri. Keputusan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Berasal dari Madrasah Aliyah, Alwi mengaku sempat kesulitan mengikuti perkuliahan karena sebagian besar teman seangkatannya merupakan lulusan SMK jurusan komputer. Namun, tantangan itu justru memacunya untuk belajar lebih keras.

Ia memanfaatkan waktu luang untuk memperdalam kemampuan teknologi informasi melalui modul kampus, berbagai platform pembelajaran daring, hingga mengikuti program Digital Talent Scholarship dari pemerintah.

“Awalnya saya benar-benar merasa tertinggal. Bahkan pernah berpikir salah memilih jurusan karena melihat coding saja sudah pusing. Tetapi saya percaya, kemampuan bisa diasah selama kita mau belajar dan terus mencoba,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Kamis (16/7).

Dukungan dosen selama berkuliah di UNM semakin memperkuat kepercayaan dirinya, terutama saat mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi profesional di bidang teknologi informasi.

Kemampuan tersebut kemudian menjadi modal berharga ketika Alwi kembali mengikuti seleksi Perwira Prajurit Karier (PA PK) TNI. Jalur tersebut dikenal sangat kompetitif karena diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Berkat kompetensi yang dimilikinya, Alwi berhasil meraih peringkat pertama di kelompoknya pada asesmen awal dengan nilai 96, jauh di atas rata-rata nilai kelulusan yang berada di angka 80. Ia akhirnya lolos sebagai salah satu dari 50 peserta terbaik dan resmi dilantik menjadi perwira TNI.

Baginya, pengalaman tersebut melahirkan sebuah prinsip hidup yang terus dipegang hingga kini.

“Jangan hidup di bawah nama besar kampus, tetapi jadilah pribadi yang mampu mengharumkan nama kampus. Dunia kerja akan melihat kompetensi, integritas, dan kemampuan kita dalam memberikan solusi,” tegasnya.

Kini, di lingkungan Satuan Siber Mabes TNI, Alwi bertugas menguji sekaligus memastikan keamanan berbagai sistem informasi sebelum digunakan. Meski telah menjadi perwira, ia tetap aktif berkontribusi bagi almamaternya sebagai Ketua Nusa Mandiri Cyber Community (NMCC).

Melalui komunitas tersebut, Alwi ingin berbagi pengalaman sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang keamanan siber.

“Saya ingin adik-adik di UNM memiliki keberanian untuk terus belajar dan meningkatkan skill. Dunia cybersecurity berkembang sangat cepat, sehingga kita harus terus meng-upgrade kemampuan agar mampu bersaing secara global,” katanya.

Alwi menilai Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis memiliki peran besar dalam membentuk kompetensi yang kini menjadi bekalnya menjalankan tugas di lingkungan militer.

Baca juga:Mahasiswa UNM Lolos Perwira Karier TNI Bidang Siber, Bukti Kualitas Digital Unggul

“UNM bukan hanya memberikan ilmu teknis, tetapi juga membangun pola pikir adaptif, kemampuan problem solving, dan semangat untuk terus belajar. Bekal itulah yang sangat membantu saya ketika harus bersaing dengan lulusan berbagai perguruan tinggi ternama hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas di Satuan Siber Mabes TNI,” ungkap Alwi.

Kisah Letda Alwi Al Hadad menjadi bukti bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kerja keras, kemauan belajar, dan kompetensi yang terus diasah, seorang alumni Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis mampu menembus persaingan nasional dan mengemban tanggung jawab strategis menjaga keamanan siber Indonesia. Sejalan dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, perjalanan Alwi menjadi inspirasi bahwa keberhasilan selalu berpihak kepada mereka yang tidak pernah berhenti berusaha.