Alumni S2 UNM Kini Jadi Pengajar ASN di Kementerian Komdigi

NusamandiriNews, Jakarta – Perjalanan karier Hafifah Bella Novitasari membuktikan bahwa pendidikan mampu mengubah arah kehidupan seseorang. Perempuan yang kini menjabat sebagai Widyaiswara Ahli Pertama di Pusat Pengembangan Aparatur Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) itu berhasil menepis berbagai stigma yang pernah meragukan perempuan untuk menempuh pendidikan tinggi.

Di balik kesibukannya mendidik, mengajar, dan melatih Aparatur Sipil Negara (ASN), Bella menyimpan kisah perjuangan panjang. Sebelum berkarier di pemerintahan, ia menghabiskan lebih dari satu dekade bekerja di sektor industri, mulai dari Design Developer di kawasan industri Cikarang hingga menjadi EDP Supervisor di Martha Tilaar Group (PT Cedefindo).

Baca juga:Dari Alumni ke CPNS, Kisah Hafifah Bella di SERASI UNM Bikin Mahasiswa Baru Melek Karier

Alumni S2 UNM Kini Jadi Pengajar ASN di Kementerian Komdigi

Di tengah kesibukan bekerja, Bella memutuskan melanjutkan pendidikan ke Program Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Keputusan itu bukan tanpa tantangan.

Ia mengaku sempat menghadapi pandangan sinis yang mempertanyakan mengapa seorang perempuan harus menempuh pendidikan hingga jenjang magister.

“Saya masih ingat ketika berangkat kerja naik angkot, ada yang berkata, ‘Ngapain perempuan sekolah tinggi, ujung-ujungnya juga ke dapur.’ Kalimat itu justru menjadi motivasi bagi saya. Saya percaya perempuan harus terus belajar, memiliki nilai tambah, dan berani bermimpi setinggi mungkin,” kenang Bella.

Meski sempat menunda kuliah selama satu tahun karena pertimbangan keluarga, semangatnya tidak pernah surut. Ia akhirnya memilih Universitas Nusa Mandiri karena menawarkan sistem pembelajaran yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan profesional yang tetap aktif bekerja.

“Sebagai pekerja, saya membutuhkan kampus yang mampu memberikan fleksibilitas tanpa mengurangi kualitas akademik. Di UNM saya menemukan lingkungan belajar yang mendukung, dosen yang inspiratif, serta kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi digital,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Kamis (16/7).

Selama menempuh studi Magister, Bella memperoleh pengalaman yang mengubah cara berpikirnya, terutama saat mengikuti mata kuliah Statistika Deskriptif yang mengharuskannya menganalisis data menggunakan bahasa pemrograman Python.

Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk pola pikir yang lebih analitis dalam menyelesaikan berbagai persoalan, kemampuan yang kini sangat membantu ketika menyusun kurikulum, modul pelatihan, hingga strategi pengembangan kompetensi ASN di Kemkomdigi.

“Di kelas saya belajar bahwa data tidak cukup hanya divisualisasikan. Kita harus mampu membaca pola, memahami penyebabnya, lalu menghasilkan rekomendasi yang bisa menjadi dasar pengambilan keputusan. Cara berpikir seperti ini sangat berguna dalam pekerjaan saya saat ini,” jelas Bella.

Setelah lebih dari 11 tahun berkecimpung di dunia industri, Bella memutuskan mengabdikan diri sebagai ASN. Ia pun merasakan langsung bahwa stigma negatif terhadap aparatur negara tidak sepenuhnya benar.

Menurut Bella, di balik pelayanan publik terdapat proses panjang yang membutuhkan dedikasi tinggi, mulai dari penyusunan kurikulum, pengembangan kompetensi ASN, hingga koordinasi lintas instansi yang sering kali berlangsung hingga malam hari.

Saat ini, fokus utamanya adalah menanamkan nilai BerAKHLAK kepada ASN sebagai fondasi budaya kerja pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Tak hanya berkontribusi di lingkungan kementerian, Bella juga aktif berbagi ilmu kepada masyarakat melalui lembaga PAUD yang dikelola keluarganya. Ia membantu guru dan orang tua memahami literasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT dalam kegiatan belajar.

Bagi Bella, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Baca juga:Tak Cukup Lulus, Alumni UNM Ini Ungkap Pentingnya Pengalaman Sejak Kuliah

“Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, perempuan harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan tidak pernah takut mengejar pendidikan setinggi mungkin. Ilmu yang kita miliki akan menjadi bekal untuk membangun generasi berikutnya,” tuturnya.

Kisah Hafifah Bella Novitasari menjadi cerminan bagaimana Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga profesional yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, perjalanan Bella menjadi inspirasi bahwa tekad, pendidikan, dan keberanian menembus stigma mampu membuka jalan menuju kesuksesan.