UNM Ungkap Cara Menyiapkan Generasi Siap Karier

NusamandiriNews, Depok – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara Generasi Z dan Generasi Alpha belajar, berkomunikasi, membangun relasi, hingga merancang masa depan. Mereka tumbuh di tengah derasnya arus informasi, media sosial, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.

Kondisi tersebut menuntut pola pendampingan yang berbeda dari orang tua maupun sekolah. Generasi muda saat ini tidak cukup hanya diawasi atau dibatasi dengan berbagai aturan, tetapi membutuhkan ruang untuk berdiskusi, mengenali potensi diri, memahami risiko, serta belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Baca juga:Orang Tua Wajib Tahu! Prodi Manajemen UNM Siapkan Gen Z Jadi Pemimpin Masa Depan

UNM Ungkap Cara Menyiapkan Generasi Siap Karier

Hal itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam Seminar Parenting bertema “Sinergi Rumah dan Sekolah: Mendampingi Gen Z dan Alpha Membangun Mental Tangguh, Profesional, dan Beretika demi Kesiapan Karier” yang diselenggarakan SMK Taruna Bhakti pada Jumat-Sabtu, 31 Juli–1 Agustus 2026, di Gedung Pencak Silat PSHT Cilodong, Depok.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan dua dosen sebagai narasumber, yakni Dr. Sri Rusiyati dan Instianti Elyana, yang membagikan wawasan mengenai pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan perguruan tinggi dalam membentuk karakter generasi muda.

Dr. Sri Rusiyati menjelaskan bahwa membangun karakter tidak bisa dilakukan melalui pengawasan semata.

“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang saling mendukung. Rumah menjadi tempat pembentukan karakter, sedangkan sekolah membantu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan sosial. Ketika keduanya berjalan selaras, anak akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi terbuka jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan larangan. Orang tua perlu hadir sebagai pendamping yang mau mendengar, berdiskusi, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Instianti Elyana menilai bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pembentukan karakter dan etika digital.

“Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi. Pendampingan tidak cukup hanya berupa larangan, tetapi perlu diarahkan agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, kreatif, bertanggung jawab, serta mendukung pengembangan kompetensi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi harus disertai dengan kemampuan berpikir kritis, menjaga etika bermedia sosial, menghargai privasi, serta memahami konsekuensi dari setiap jejak digital yang ditinggalkan.

Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa pembentukan karakter tidak bisa dibebankan kepada sekolah saja. Rumah menjadi tempat pertama anak belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, empati, dan etika, sedangkan sekolah memperkuat kemampuan akademik, sosial, komunikasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Ketidaksinkronan pola pendidikan antara rumah dan sekolah justru dapat membingungkan anak. Karena itu, komunikasi yang intensif antara orang tua dan sekolah menjadi faktor penting agar proses pendampingan berjalan optimal.

Selain itu, orang tua juga didorong untuk melibatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk ketika menentukan jurusan kuliah maupun rencana karier.

Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun rasa percaya diri, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, hingga kesiapan menghadapi tantangan dan kegagalan.

Para narasumber juga menegaskan bahwa mental tangguh bukan berarti seseorang harus selalu berhasil. Mental tangguh justru tercermin dari kemampuan bangkit setelah mengalami kegagalan, mengevaluasi diri, dan terus berkembang.

Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak membandingkan anak dengan orang lain, melainkan fokus membantu mereka menemukan potensi terbaik yang dimiliki.

Keterlibatan dosen UNM dalam seminar tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendukung lahirnya generasi yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

Baca juga:UNM Gandeng SMK Taruna Bhakti, Bekali Orang Tua Siapkan Gen Z Hadapi Dunia Kerja

Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri berharap semakin banyak orang tua memahami bahwa mendampingi anak bukan berarti mengendalikan seluruh hidup mereka, melainkan membantu anak bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri digital, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis masih membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.

Informasi lengkap mengenai program studi, beasiswa, dan proses pendaftaran dapat diakses secara online melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id. Informasi resmi mengenai Universitas Nusa Mandiri juga tersedia di https://nusamandiri.ac.id/.