
NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menghadirkan inspirasi bagi calon mahasiswa melalui webinar NICE (Ngobrol Asik Campus Life) Program Studi Informatika yang diselenggarakan secara live melalui TikTok @nusamandiri pada Rabu (29/7). Mengusung tema “Anak Informatika: Belum Lulus, Udah Masuk Industri”, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang telah membuktikan bahwa mahasiswa mampu membangun karier profesional bahkan sebelum menyelesaikan studi.
Dua narasumber tersebut adalah David Syahputra, mahasiswa Program Studi Informatika UNM yang berhasil mengikuti Program Magang MAGENTA di PT Kimia Farma, serta M. Zahran Winzardy, seorang AI Engineer dan Full Stack Developer yang berbagi pengalaman mengenai perkembangan karier di industri teknologi.
Mahasiswa Informatika UNM Buktikan Bisa Tembus Industri
Dalam sesi berbagi pengalaman, David menceritakan bagaimana kesempatan mengikuti program magang di salah satu perusahaan BUMN membuka wawasan sekaligus meningkatkan kompetensinya. Ia menjelaskan bahwa pengalaman belajar di kampus, dipadukan dengan berbagai proyek dan pengembangan keterampilan, menjadi bekal penting saat menjalani proses seleksi hingga akhirnya diterima di Program MAGENTA PT Kimia Farma.
“Kesempatan magang memberikan pengalaman nyata mengenai dunia kerja. Saya belajar bagaimana menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan untuk menyelesaikan tantangan di lingkungan industri,” ungkap David, Rabu (29/7).
Sementara itu, M. Zahran Winzardy mengajak peserta untuk memahami bahwa dunia teknologi berkembang sangat cepat sehingga mahasiswa Informatika perlu memiliki kemampuan belajar yang adaptif. Menurutnya, penguasaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), pengembangan aplikasi, hingga kemampuan membangun portofolio menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan perusahaan saat ini.
Ia juga membagikan pengalaman membangun karier sebagai AI Engineer dan Full Stack Developer, sekaligus memberikan motivasi kepada peserta agar mulai mengembangkan kompetensi sejak duduk di bangku kuliah.
“Jangan menunggu lulus untuk mulai belajar teknologi yang sedang berkembang. Bangun portofolio, ikuti proyek, dan manfaatkan setiap kesempatan agar ketika lulus nanti, kalian sudah memiliki pengalaman yang menjadi nilai jual di dunia kerja,” jelas Zahran.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri kampus Rawamangun, Maruloh, mengatakan bahwa kegiatan NICE merupakan salah satu media bagi calon mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mampu berkembang dan bersaing di dunia industri.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Informatika UNM tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki pengalaman profesional sejak masa kuliah. Hal inilah yang menjadi salah satu keunggulan pembelajaran di UNM sebagai Kampus Digital Bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa UNM terus menghadirkan berbagai program pendukung, termasuk Internship Experience Program (IEP) 3+1, kolaborasi dengan ratusan perusahaan, serta pembelajaran berbasis proyek yang dirancang agar mahasiswa memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri digital.
Melalui kegiatan NICE ini, UNM berharap semakin banyak siswa SMA/SMK sederajat yang memahami bahwa kuliah bukan sekadar mengejar gelar, tetapi juga menjadi langkah awal membangun karier profesional. Dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, UNM terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan industri digital dan mampu memberikan kontribusi nyata di dunia kerja.







