Apa Mahasiswa Berani Ciptakan Karier?

NusamandiriNews, Depok – Kesuksesan setelah kuliah tidak selalu harus berujung pada pekerjaan di perusahaan besar. Kisah Salahodeen Abdul-Kafi, mantan profesional teknologi yang pernah berkarier di Google, YouTube, Microsoft, Cruise hingga Shopify, menjadi gambaran bahwa pengalaman dan kompetensi juga dapat menjadi modal untuk membangun bisnis sendiri.

Setelah bertahun-tahun berkecimpung di industri teknologi, Abdul-Kafi memilih jalur kewirausahaan dengan membangun Kafi BBQ, bisnis barbecue halal di Texas, Amerika Serikat. Usaha yang mulai beroperasi secara fisik pada Desember 2024 itu disebut mendapat respons pasar positif hingga mampu membukukan pendapatan hampir US$2,3 juta dalam satu tahun.

Baca juga:Kuliah Saja Tak Cukup, UNM Dorong Mahasiswa Bangun Karier Sejak Dini

Apa Mahasiswa Berani Ciptakan Karier?

Kisah tersebut menjadi refleksi bahwa dunia pendidikan dan pengalaman profesional dapat membentuk kemampuan seseorang untuk membaca peluang, memahami pasar, mengambil keputusan, hingga menciptakan usaha.

Perspektif tersebut sejalan dengan semangat Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis yang mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk membangun peluang melalui kewirausahaan dan teknologi digital.

Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri kampus Margonda, Andry Maulana, mengatakan perubahan dunia kerja menuntut generasi muda memiliki cara pandang yang lebih luas dalam menentukan masa depan.

“Kuliah jangan hanya dipandang sebagai jalan untuk mendapatkan ijazah lalu mencari pekerjaan. Mahasiswa juga perlu belajar membaca peluang, memahami pasar, memanfaatkan teknologi, dan berani membangun bisnis. Kisah Abdul-Kafi menunjukkan bahwa kompetensi dan pengalaman bisa menjadi modal untuk menciptakan jalan karier sendiri,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (1/9).

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital semakin membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi peluang bisnis. Digital marketing, media sosial, marketplace, analisis data konsumen, hingga pemanfaatan AI dapat menjadi bagian dari strategi membangun dan mengembangkan usaha.

Melalui Program Studi (prodi) Bisnis Digital, UNM membekali mahasiswa dengan perpaduan kompetensi bisnis, teknologi, digital marketing, dan entrepreneurship. Bekal tersebut diharapkan memberikan pilihan karier yang lebih luas, baik untuk berkarier di perusahaan maupun membangun bisnis secara mandiri.

“Targetnya bukan sekadar lulus lalu kerja. Setelah kuliah, mahasiswa harus memiliki pilihan yang lebih luas. Mau berkarier silakan, mau membangun bisnis juga punya bekal. Masa depan bukan hanya tentang mencari lowongan pekerjaan, tetapi juga tentang menciptakan peluang,” tegas Andry.

Baca juga:AI Makin Cepat, Kuliah Informatika Tetap Jadi Kunci Karier Digital

UNM kampus Margonda membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin memadukan bisnis dan teknologi melalui Program Studi Bisnis Digital. Semangatnya sederhana yakni kuliah bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi pencipta peluang di era digital.

Informasi dan pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri dapat dilakukan secara online melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id. Informasi resmi kampus dapat diakses melalui https://nusamandiri.ac.id/.