Startup Mahasiswa UNM Didorong Naik Kelas

NusamandiriNews, Jakarta — Memiliki ide bisnis digital saja tidak cukup untuk membawa sebuah startup bertahan dan berkembang. Mahasiswa perlu memahami kebutuhan pasar, melakukan validasi, membangun model bisnis, hingga mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi perhatian Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) dan Nusa Mandiri Startup Center (NSC) dalam membina startup mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.

Kepala NEC dan NSC, Fitra Septia Nugraha, mengatakan pengembangan startup mahasiswa harus diarahkan dari sekadar menghasilkan ide menjadi bisnis yang memiliki nilai dan mampu menjawab kebutuhan nyata.

Baca juga:Tak Mau Kalah oleh Karyawan, CEO Ini Lanjut S2 di UNM dan Bangun Startup Digital

Startup Mahasiswa UNM Didorong Naik Kelas

“Startup mahasiswa tidak cukup hanya memiliki ide yang menarik. Mereka perlu memahami masalah yang ingin diselesaikan, mengenali pasar, melakukan validasi, membangun model bisnis, kemudian mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan pengguna. Proses inilah yang kami dorong melalui pembinaan di NEC dan NSC,” kata Fitra dalam keterangan rilis yang diterima, pada Jumat (4/9).

Menurut Fitra, NSC memberikan pendampingan secara bertahap, mulai dari menemukan ide bisnis, mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pasar, menyusun Business Model Canvas (BMC), mengembangkan produk, hingga menyiapkan strategi pemasaran dan pitching.

Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman langsung dalam mengubah gagasan kreatif menjadi produk atau layanan digital yang memiliki nilai tambah dan peluang untuk dikembangkan menjadi bisnis berkelanjutan.

“Kami memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen dan belajar dari proses. Mereka perlu berani menguji ide, menerima masukan mentor, memperbaiki produk, sekaligus memahami bagaimana sebuah bisnis dapat tumbuh. Jadi, keberhasilan startup tidak hanya dilihat dari produknya, tetapi juga dari kesiapan tim dan model bisnisnya,” ujarnya.

Selain pembinaan, NEC dan NSC juga mendorong mahasiswa mengikuti workshop, mentoring, kompetisi, pitching, hingga business matching. Berbagai aktivitas tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menguji kesiapan bisnis sekaligus memperluas jejaring dengan dunia industri.

Ia menilai ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi perlu memberikan pengalaman yang sedekat mungkin dengan proses bisnis sebenarnya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga belajar menghadapi tantangan ketika membangun dan mengembangkan sebuah usaha.

Baca juga:7 Jurus Bangun Startup dari Nol, Mahasiswa UNM Diajak Stop Jadi Penonton Bisnis

“Target kami bukan sekadar melahirkan mahasiswa yang bisa membuat produk digital, tetapi membangun talenta yang mampu melihat peluang, menyusun strategi, menciptakan solusi, dan memiliki keberanian untuk membawa idenya menjadi bisnis,” jelasnya.

Melalui NEC dan NSC, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan semakin membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi job creator, mengembangkan startup, sekaligus menghasilkan inovasi digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat.